Relijius

Kisah Shamila4 min read

Dulu pernah ada teman bertanya padaku
“Seandainya engkau meninggal hari ini kemudian Tuhan bertanya kepada kamu: ‘Mengapa Aku harus mengijinkan engkau masuk surgaku ?'”
Kira-kira jawabannya apa ya ?
Ada yg menjawab karena aku telah berbuat baik.


Kemudian kalau dipikir lagi, perbuatan baik apa yg bisa kita lakukan ?
Kalau kita berbuat baik untuk mendapat surga, apakah itu berbuat baik ?
Kalau kita memberi sesorang 500 rupiah untuk mengharap imbalan 1 milyar, apakah itu perbuatan baik ?
Kira-kira standar Tuhan masuk surga apa ya , agak baik, setengah baik, atau mutlak baik ?
Standar Tuhan adalah sempurna, mutlak baik.
Kalau dipikir lagi, bisa nggak ya, manusia ciptaan Tuhan bisa memenuhi standar Tuhan yang sempurna ?
Sepertinya manusia tidak akan ada yg dapat memenuhi standar Tuhan yang suci dan sempurna itu. Terus bagaimana ?
Sebenarnya surga itu diberikan Tuhan secara cuma-cuma kepada manusia.
Surga diberikan bukan karena usaha manusia.
Tetapi tidak semua manusia mendapatkan surga itu, mengapa ? Karena dosa.
Apakah itu dosa ? Dosa itu berbuat jahat, ini betul.
Tidak berbuat baik itu dosa juga lho. Misal ada anak kecil yg tergelincir, dan kita tidak menolong itu juga dosa.
So kalau seperti ini, dosa manusia bisa banyak sekali.
Misal ada orang yg baik sekali, karena dia baik sekali maka dosanya hanya 3 x sehari.
1 bulan berarti ada 90 dosa, dibulatkan menjadi 100
1 tahun berati ada 1200 dosa dibulatkan menjadi 1000 Andai umur manusia 70 tahun, berarti ada 70.000 dosa.
Sehingga manusia yg baik sekali ada 70.000 dosa , bisa masuk surga nggak ya ?
Kalau demikian harus ada cara lain supaya manusia bisa selamat dari neraka, dan untunglah ada cara Tuhan.
Apakah sifat Tuhan itu ?
Tuhan itu maha besar, betul.
Tuhan maha adil, betul.
Tuhan maha pengasih, betul
Kadang-kadang orang berpikir kasih Tuhan itu seperti seorang kakek kepada cucunya.
Cucunya mecahin piring, oh gak apa-apa cu, cucunya merusakkan lemari es, gak apa-apa cu, eh cucu lucu.
Atau kadang-kadang orang berpikir Tuhan itu seperti polisi, sedikit salah menghukum, sedikit salah lagi menghukum.
Sebenarnya Tuhan itu adil dan kasih.
Dulu ada penglima pasukan di Rusia namanya Shamila.
Karena pemerintahan kaisar waktu itu sangat otoriter maka dia bersama pasukannya lari ke padang gurun untuk melakukan konsolidasi melawan kaisar.
Karena ada di padang gurun maka semua makanan harus dihemat supaya seluruh pasukan bisa bertahan hidup.
Suatu ketika ada laporan bahwa sekarung beras telah hilang Shamila marah, ia memberi peringatan kepada seluruh pasukannya “Siapa yang mencuri beras akan dihukum cambuk 50 kali”
Hari berikutnya ada sekarung beras lagi yang hilang.
Shamila sangat marah kemudian dia memerintahkan pasukannya “Siapapun yang mencurinya, tidak peduli pria atau wanita, muda atau tua harus dihukum cambuk 50 kali.”
Shamila kemudian memerintahkan pasukan untuk mencari pencurinya.
Beberapa saat kemudian anak buahnya datang : “Panglima ada kabar baik, pencurinya sudah ketemu”.
Shamila menjawab : “Bagus”
Anak buahnya menjawab lagi : “Tetapi ada berita buruknya, Panglima”.
Shamilla menjawab lagi: “Apa itu ?”
Anak buahnya menjawab lagi: “Yang mencuri adalah ibu Panglima”.
Shamila terdiam, dia bingung, ibunya sudah lanjut usia, kalau diberi hukuman, jangankan 50 kali cambukan, 2 kali cambukan saja ibunya pasti meninggal.
Tapi kalau tidak dihukum, ia tidak adil.
Akhirnya Shamilla berkata : “Keputusan ditunda besuk pagi”
Semalaman ia berpikir keras bagaimana mengambil keputusan.
Seluruh pasukan juga bingung, ada yg tidak tega kalau ibunya dihukum, ada yg bersikeras yang bersalah harus dihukum.
Akhirnya pagi hari tiba.
Seluruh anggota pasukan berkumpul.
Semua mata menatap kepada Shamilla menanti keputusan yang akan diambil Shamila maju dan berkata : “Seperti yang sudah ditetapkan yang mencuri beras harus dihukum cambuk 50 kali. Pasukan, bawa pencurinya ke depan”.
Kemudian pencurinya yang juga ibunya dibawa ke depan.
Shamilla berkata “Segera laksanakan hukum cambuk 50 kali”.
Sesaat sebelum algojo menjalankan cambukan yang pertama, Shamilla berkata:”Stop”.
Kemudian dia berkata kepada ibunya: “Ibu, aku menyayangi ibu, tapi keadilan harus ditegakkan.Harus ada hukuman untuk suatu pelanggaran.”
Tiba tiba ia memeluk ibunya dan berkata : “Ibu, aku menyayangi ibu, aku yang akan menggantikan ibu menerima hukuman ini. Ibu jangan mencuri lagi ya”.
Kemudian dia membawa ibunya ke pinggir.
Shamilla berkata kepada algojo : “Algojo cambuk aku 50 kali”.
Kemudian Shamilla dihukum cambuk 50 kali.
Dengan demikian Shamilla sebagai pemimpin mempunyai kasih dan sekaligus menjalankan keadilan.
Itulah yang dilakukan Tuhan kepada manusia.
Setiap manusia pasti akan mendapatkan hukuman karena dosanya.
Tapi Tuhan tidak tega melihat seluruh manusia binasa, sehingga Tuhan mengorbankan diriNya menanggung dosa manusia.
Manusia yang mau menerima penggantian hukuman ini menerima keselamatan.

Spread the love

One Reply to “Kisah Shamila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *