Motivasi Renungan

Motivasi Sesungguhnya2 min read

Alkisah ada seorang pekerja pada sebuah pabrik yang mendapatkan tugas
(shift) malam, jam 24.00 – 07.00. Setiap hari si pekerja ini berangkat
kerja melalui jalan raya dengan jarak +/- 2 km. Pada suatu hari ia baru
tahu dari seorang teman bahwa ia bisa menghemat jarak perjalanan sampai
dengan setengah perjalanan (1km) yaitu dengan melewati jalan setapak di
tengah komplek pemakaman.
Nah, mulai saat itu si pekerja selalu berangkat kerja melalui jalan
Setapak tersebut walaupun dalam hati kecilnya ada sedikit perasaan
takut. Malam pertama perjalanan tidak terjadi apa-apa, begitu pula malam
kedua dan seterusnya, sehingga si pekerja sudah sangat terbiasa dan
menikmati sekali perjalanan melalui jalan setapak tersebut.
Pada suatu hari si pekerja tidak mengetahui bahwa pada siang harinya
telah di gali sebuah liang lahat tepat ditengah jalan setapak tersebut
dan sore hari turun hujan sangat lebat. Karena kondisi penerangan di
areal pemakaman tersebut sangat minim, maka saat si pekerja seperti
biasa berjalan melalui jalan setapak tersebut…. tiba-tiba dengan
sangat terkejut ia terperosok ke dalam liang lahat tadi. Tokoh kita ini
berusaha sekuat tenaga untuk bisa keluar dari liang lahat yang basah
tersebut, ia mencakar-cakar dinding liang lahat dan melompat-lompat
selama hampir setengah jam, tetapi ia tidak berhasil keluar. Akhirnya si
pekerja tersebut kelelahan dan memilih untuk istirahat saja di dalam
liang lahat sambil menunggu kalau-kalau ada orang yang lewat atau
kalaupun tidak ada ia akan menunggu sampai pagi tiba.
Karena kelelahan, si pekerja pun akhirnya tertidur dalam liang lahat.
Nah, saat tertidur itulah ada seorang pemabuk yang melewati jalan
setapak tersebut, dan ia pun bernasib sama dengan tokoh kita. Si pemabuk
terperosok pula ke dalam liang lahat, sama persis seperti yang dilakukan
oleh si pekerja, ia berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari liang
lahat, ia mencakar – cakar dinding liang lahat dan melompat-lompat
sambil berteriak-teriak. Mendengar adanya keributan di sekitarnya, si
tokoh kita terbangun dan melihat si pemabuk yang sedang berusaha keras
untuk keluar dari liang lahat.
Pada saat itu, si tokoh kita berdiri dan mengulurkan tangannya lalu
menepuk pundak si pemabuk dan mengatakan ” Kamu tidak akan bisa keluar
dari sini”, dan saat itu pula si pemabuk melompat dan berhasil keluar!
Itulah yang dinamakan motivasi.
Saya sangat senang sekali menceritakan kembali cerita tersebut yang saya
ambil dari buku “Over The Top” karangan Zig Ziglar dan tidak bosan untuk
terus berbagi dengan teman-teman semua. Semoga bermanfaat.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *