Daily Bread

TEMPAT YANG TENANG3 min read

March 29, 2007

Noon
READ: Psalm 23
He makes me to lie down in green pastures; He leads me beside the still waters. —Psalm 23:2
About this cover
Our office is a busy place where things sometimes feel like they are moving at breakneck speed. This often involves meeting after meeting, hallway conferences, and an avalanche of e-mail.
In the midst of this extreme busyness, I sometimes feel the need to escape, to decompress. My response? To create a quiet place. On those days when I have no lunch meeting, I retreat to the quiet of my car. I grab some lunch and sit in my car, where I can read, listen to music, think, pray—and be refreshed.
I think this is the essence of what the shepherd-psalmist points to in Psalm 23:2. He sees the Good Shepherd bringing him to “still waters”—that is, waters to rest by. It pictures a quiet place, a retreat from the pressures of life, where you can rest in the presence of the Shepherd of your heart and be strengthened for what lies ahead. Even Jesus withdrew to a solitary place to pray and commune with His Father (Mark 1:35).
We all need retreats in our lives, not only because of the overwhelming nature of life, but because of our dependence on the resources of the Master. In our fast-paced days, it is essential to find a place of solitude, “a place of quiet rest, near to the heart of God.” Where’s yours? —Bill Crowder
There is a place of quiet rest,
Near to the heart of God,
A place where sin cannot molest,
Near to the heart of God. —McAfee
When we draw near to God our minds are refreshed and our strength is renewed!
Kamis, 29 Maret
TEMPAT YANG TENANG
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang (Mzm. 23:2)
Bacaan: Mzm. 23
Setahun: Hak. 7-8; Luk. 5:1-16
Kantor kami adalah tempat yang sibuk. Segalanya terkadang seolah seperti bergerak dengan tingkat kecepatan yang berbahaya. Kesibukan ini meliputi rapat, pertemuan-pertemuan di koridor, dan munculnya setumpuk e-mail.
Di tengah kesibukan yang tinggi ini, saya kadang kala merasa perlu untuk lari dari semua itu untuk mengurangi tekanan. Tanggapan saya? Mencari sebuah tempat yang sunyi. Ketika saya tidak mempunyai janji pertemuan saat makan siang, saya pergi untuk menyepi di mobil saya. Saya mengambil makan siang dan duduk di mobil. Di situ saya dapat membaca, mendengarkan musik, berpikir, berdoa—dan merasa segar kembali.
Saya rasa inilah esensi dari apa yang ditunjukkan pemazmur dalam Mazmur 23:2. Ia melihat Gembala yang Baik membawanya ke “air yang tenang”, yakni air tempat ia dapat beristirahat. Itu menggambarkan sebuah tempat yang tenang, suatu bentuk pengasingan diri dari berbagai tekanan hidup, tempat Anda dapat beristirahat di hadirat Sang Gembala hati Anda dan dikuatkan untuk menyongsong apa yang ada di hadapan Anda. Yesus pun menyepi ke tempat yang sunyi untuk berdoa dan bersekutu dengan Bapa-Nya (Mrk. 1:35).
Kita semua membutuhkan istirahat dalam hidup, tidak hanya karena dinamika kehidupan yang tak tertahankan, tetapi karena kita tergantung pada sumber yang dimiliki Tuhan. Di tengah zaman yang bergerak cepat, penting bagi kita untuk menemukan sebuah tempat yang sunyi, “tempat untuk beristirahat, dekat di hati Allah”. Di mana tempat istirahat Anda? —WEC
Ada tempat aman sentosa,
Dekat hati Tuhan,
Di mana dosa tak menyiksa,
Dekat hati Tuhan. —McAfee
APABILA MENDEKAT KEPADA ALLAH, PIKIRAN KITA DISEGARKAN
DAN KEKUATAN KITA DIPERBARUI!
——————————————————————————–
Mzm. 23
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
— Diterbitkan Oleh Yayasan Gloria dari Our Daily Bread Seizin RBC Ministries —

Originally posted 2007-03-29 10:32:37.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *