Renungan

PERMINTAAN YANG TERAKHIR2 min read

Konon di sebuah pedesaan terdapat sebuah keluarga miskin namun keluarga ini hanya di karunia seorang anak. Sang bapak berprofesi sebagai guru SD sedangkan sang ibu hanya sebagai ibu rumah tangga. Beruntung sekali pasangan suami-istri ini memiliki anak yang cerdas.
Sejak kelas 1 SD sampai kelas 5 selalu menjadi juara kelas, selain itu dia sangat mengerti akan keadaan ekonomi orang tuanya kalau anak lain ongkos sekolahnya Rp 1000,- dia dengan senang hati menerima berapapun yang di berikan orang tuanya. Kadang malah sering sekali dia hanya di bekali teh manis dan nasi yang di bungkus dari rumah tanpa uang sepeserpun ( benar-benar anak yang baik…writer ).
Pada suatu hari tiba-tiba sang anak menuntut kepada kedua orang tuanya. Sang anak berkata yah..bu besok beli kendaraan lalu kita jalan-jalan bareng, ayah yg mengemudi saya di depan ibu di belakang, lalu sang ayah tercengang mendengar perkataan anaknya tadi. Nak…Ayah mana mungkin bisa membeli kendaraan jangan kan berupa motor, sepeda saja ayah nggak mampu untuk membelikan.
Kemudia anak itu terdiam mendengar perkataan ayahnya. Namun besoknya lagi sang anak kembali menanyakan kendaraan itu, sampai terulang berhari- hari akhirnya keadaan ini membuat ayah nya menjadi marah. Sang ayah berkata nak.. kamu kan sudah ayah kasih tahu ayah tidak bisa membeli kendaraan ngerti!.
Pada suatu hari tiba-tiba sang anak jatuh sakit, sang ayah hanya membawanya ke posyandu walau sebenarnya sang anak menderita penyakit kronis yang tidak bisa di tangani dokter biasa. Akhirnya anak itu meninggal dunia. Kemudian sang ayah baru menyadari bahwa ternyata permintaan beli kendaraan adalah permintaannya yang terakhir. Sang ayah hanya bisa pasrah tidak mampu berbuat apa-apa, kemudian ia berkata ” maafkan ayah dan ibu nak bukan kendaraan dunia yang bisa ayah berikan tapi kendaraan menuju alam yang berbeda”
Apakah ini takdir? ya betul maka dari itu manfaatkanlah hidup kita yang hanya sebentar ini, berikanlah yang terbaik untuk orang yang anda kasihi, anak kita, ibu, ayah, orang tua. Berusahalah merubah nasib agar tidak sengsara di dunia berbuatlah amal yang banyak agar tidak sengsara di akhirat nanti.

Originally posted 2007-03-30 11:21:33.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *