Relijius

KASIH TERBESAR1 min read

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita (1 Yohanes 4:10)
Bacaan: 1 Yohanes 4:7-11
Setahun: Mazmur 7-9; Kisah Para Rasul 18

Pada dinding ruang keluarga kami, di dalam sebuah kotak pajangan kecil, tergantung sebuah “harta” milik istri saya Carolyn. Oh, kami memiliki barang-barang yang sebenarnya lebih berharga, yang terpajang di dinding-dinding rumah kami, seperti selimut buatan tangan dari Blue Ridge Mountain Kentucky, cermin antik, lukisan cat minyak, dan siter yang sangat indah dari seorang seniman di pedalaman Idaho.
Namun, “harta” Carolyn jauh lebih berharga daripada benda-benda itu, karena kotak itu berisi sebuah pemberian dari cucu perempuan kami, Julia. Pemberian itu adalah hadiah untuk neneknya pada hari Valentine beberapa tahun silam ketika Julia berusia enam tahun. Benda itu adalah sebentuk hati kecil berwarna merah yang terbuat dari tanah liat. Pada hati kecil itu terukir tulisan anak kecil seperti cakar ayam, “Aku Sayang Nenek”.
Hati kecil itu kasar buatannya, bagian tepinya tidak rata, dan di sana-sini terdapat bekas jari serta kotor. Namun, Carolyn telah mengabadikan hati itu dalam sebuah pigura yang khusus dibuat untuk memajangnya. Setiap hari benda itu mengingatkannya akan kasih Julia.
Apakah kasih Allah lebih berharga bagi Anda daripada perak, emas, atau segala harta benda lainnya? Dia “telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya” (1 Yohanes 4:9). Dia melakukannya karena Dia mengasihi Anda, bukan karena Anda telah mengasihi Dia. Dan oleh karena kasih-Nya, kelak Anda akan bersama-sama dengan Dia di surga. Tak ada kasih yang lebih besar daripada itu! —David Roper

Originally posted 2007-04-24 14:01:11.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *