Renungan

Rahmat Tuhan3 min read

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga
dan seorang malaikat
menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga.
Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh
dengan para malaikat.
Malaikat yang mengantarku berhenti di depan
ruang kerja pertama dan
berkata, ” Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini,
semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima”.
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan
aku dapati tempat ini
begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang
memilah-milah
seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari
manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi
melalui koridor yang
panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.
Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi
Pengepakan dan Pengiriman.
Disini kemuliaan dan rahmat yang diminta
manusia diproses dan
dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup
yang memintanya”.
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu.
Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras
karena ada begitu banyaknya
permohonan yang dimintakan dan sedang
dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai
pada ujung terjauh
koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah
pintu ruang kerja
yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku,
hanya ada satu malaikat yang duduk disana,
hampir tidak melakukan apapun.
“Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata
Malaikatku pelan. Dia tampak malu.
“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada
pekerjaan disini?”, tanyaku.
“Menyedihkan” , Malaikat-ku menghela napas.
“Setelah manusia menerima
rahmat yang mereka minta,
sangat sedikit manusia yang
mengirimkan pernyataan “terima kasih”.
“Bagaimana manusia menyatakan terima kasih
atas rahmat Tuhan?”, tanyaku.
“Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup
berkata : Terima kasih,
Tuhan. Dan berbuatlah kebajikan bagi sesamamu
serta jauhilah kejahatan”.
“Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri”,
tanyaku.
Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai
makanan di lemari es,
pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas
kepalamu dan tempat untuk
tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk
dunia ini.
“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu,
dan uang-uang receh,
maka engkau berada diantara 8%
kesejahteraan dunia.
“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di
komputer mu, engkau adalah
bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.
Juga…. “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih
banyak kesehatan
daripada kesakitan … engkau lebih dirahmati
daripada begitu banyak
orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup
hingga hari ini.
“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan
dalam perang, kesepian dalam penjara,
kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan
yang amat sangat …. Maka engkau lebih
beruntung dari 700 juta
orang di dunia”.
“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada
dalam ikatan pernikahan …
, maka engkau termasuk orang yang
sangat jarang.
“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan
tersenyum, maka engkau
bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik
dibandingkan semua
mereka yang berada dalam keraguan dan
keputusasaan.
“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka
engkau menerima rahmat
ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan
ini padamu berpikir
bahwa engkau orang yang sangat istimewa
baginya, dan bahwa, engkau
lebih dirahmati daripada lebih dari 2 juta orang di
dunia yang
bahkan tidak dapat membaca sama sekali”.
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang
telah Allah
anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau
berkenan, kirimkan pesan ini
ke semua teman-teman- mu untuk mengingatkan
mereka betapa
dirahmatinya kita semua. “Dan ingatlah tatkala
Tuhanmu menyatakan
bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti
Aku akan menambahkan
lebih banyak nikmat kepadamu’ “.
Selamat menjalani hidup dengan penuh Rahmat Tuhan……!

Originally posted 2007-09-25 09:25:30.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *