Renungan

Kenali yang benar2 min read

Dalam bacaan kita hari ini, Yesus menyiratkan bahwa ada dua macam murid; yang benar-benar murid dan yang semu. Dalam era informatika global seperti sekarang ini, kita pasti akan dibanjiri oleh berbagai
informasi dan pengajaran. Repotnya, jika tidak memiliki penyaring yang baik, kita dapat menjadi tong sampah. Padahal seharusnya setiap murid Tuhan mengutamakan air susu yang murni dan yang rohani, yang akan menjamin pertumbuhan iman dan membentenginya dari pengajaran-pengajar an yang menyesatkan (1 Petrus 2:2,3).
Kita belajar bahwa murid-murid di Galatia terlalu cepat berpaling dari Injil yang benar kepada “injil yang lain” (Galatia 1:6-10). Jadi, mari kita memerhatikan peringatan Paulus tersebut dengan saksama. Terlebih Rasul Paulus juga mengingatkan kita bahwa akan muncul pengajar-pengajar palsu, “serigala berbulu domba” yang menyusup ke dalam persekutuan orang-orang percaya. Parahnya, pengajar-pengajar palsu semacam itu bisa muncul dari antara kita sendiri (Kisah Para Rasul 20:29,30).
Betapa pentingnya bagi kita untuk mengadakan waktu khusus secara tetap dan teratur — sebagaimana halnya kita harus makan setiap hari — agar kita tetap sehat dan bertumbuh secara rohani. Hanya dengan semakin mengenal firman Tuhan secara benar, kita akan mudah membedakan yang palsu dari yang benar. Kita juga akan dimerdekakan sehingga kita tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh berbagai macam angin pengajaran yang merupakan permainan palsu manusia dalam
kelicikan mereka yang menyesatkan (Efesus 4:14,15) -CC
KENALILAH YANG BENAR MAKA KITA AKAN MUDAH MENGHINDARI YANG KELIRU DAN MENYESATKAN
Yohanes 8:30-36
30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya
kepada-Nya.
31. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya
kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar
adalah murid-Ku
32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan
memerdekakan kamu.”
33 Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak
pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata:
Kamu akan merdeka?”
34 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap
tinggal dalam rumah.
36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun
benar-benar merdeka.”
Sumber: YouthHouse

Originally posted 2010-12-25 01:29:13.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *