Anak

Saat bertanya kepada Tuhan4 min read

Ketika langit diatas rumah masih berwarna kuning kemerah-merahan, Si No’e gadis kecil yang belum genap 6 tahun umurnya itu, sedang menyirami anggrek di halaman rumah mbah putrinya, perempuan tua yang sudah genap 70 tahun umurnya. Si No’e kelihatan asyik sekali menikmati aktivitas menyiram bunga. Gerak-geriknya memancarkan kegembiraan anak-anak. Sambil berdiri tangan kanannya memegangi selang yang memercikkan air pada tanaman, sementara tangan kirinya methentheng di pinggang, kepalanya agak oleng kekiri, Bibirnya menyungging senyum sementara matanya memandangi anggrek yang ia siram.. kricikkricikkricik. .. begitu bunyi air yang meloncat-loncat bergantian menyentuh tanaman dan jatuh ke tanah.
“ Airnya jangan banter-banter ya No’e…, Supaya bunga anggreknya tidak tidak rontok “ kata Mbah Putri kepada cucunya.
“ Segini kebanteran nggak Mbah airnya?” Tanya si No’e minta pertimbangan.
“ Woo… Kebanteran kuwi no cah ayu, dikurangi sedikit lagi “
“ Segini ya mbah?” Tanya si No’e meyakinkan sambil mengurangi daya semprot air
“ Nah, segitu pas “
Pembicaraan mereka terhenti karena masing-masing asyik dengan aktivitas mereka. Kricikkricikkricik. .. bunyi air terdengar diantara kediaman Si Mbah dan cucu ini.
Mbah Putri si No’e ini tangannya terampil sekali mencabuti rumput-rumput kecil di dalam pot-pot bunga. Memang tangannya yang sekarang keriput itu sejak muda telah terlatih melakukan aktivitas demikian ketika Si Mbah Putri ini masih menjadi biarawati. Tangan itu juga terkenal paling terampil menata bunga dalam vas karena dulu ia sering mendapat tugas menghias altar sebelum misa.. ah katanya, karena lamaran Kaul Kekalnya ditolak oleh pembesar, ia terpaksa meninggalkan kehidupan biara dan menikah dengan seorang pria sederhana yang sekarang menjadi Mbah Kakung Si No’e.
“ Hi hi hi…” Si No’e tertawa kecil ketika menyaksikan anggrek yang disiram itu mengangguk-angguk.
“ Mbah…mbah, Lihat Mbah ! bunga anggreknya mengangguk-angguk. ..!” kata Si No’e kegirangan sambil menunjuk bunga yang sedang disiraminya.
“ Wah, iya ya… bunga anggreknya mengangguk-angguk “ kata Mbah Putri, menanggapi kegirangan cucunya.
“ Mbah, Mbah… bunga anggreknya kok mengangguk-angguk itu kenapa sih Mbah…?” tanga Si No’e.
Si Mbah yang mantan suster itu tercenung sejenak memikirkan pertanyaan itu. Kecerdasannya saat mengikuti pendidikan Teologi selama sepuluh semester dan meraih gelar sarjana dengan predikat cum laude sekarang sedang diuji dengan pertanyaan cucunya.
“ No’e, cah ayu… bunga anggrek itu mengangguk-angguk, karena mengucapkan terima kasih, Ia merasa segar karena disirami air tiap pagi, jadi dia berterimakasih. “ Si No’e tersenyum senang sambil matanya memandangi bunga yang mengangguk-angguk padanya.
“ Mbah… Mbah… kata bu guru ngaji… orang yang bisa mengucapkan terimakasih itu orang yang baik, Benar nggak Mbah?”
“ Ya … Benar “
“ Orang yang disayang Tuhan itu besok masuk surga ya Mbah?”
“ Iyalah…”
Si No’e diam sejenak , sementara wajahnya tiba-tiba berubah menjadi serius. Mbah Putri memperhatikan perubahan wajah itu tapi dia diam saja. Kricikkricikkricik. ..suara air terdengar jelas lagi. Gadis kecil yang sudah sekolah di Taman Kanak-kanak Santa Maria itu sedang mempunyai pertanyaan sulit bagi dirinya. Ia disekolahkan di TK itu oleh orang tuanya, karena itulah satu-satunya TK terdekat. Setiap sore biasanya dia belajar mengaji karena kedua orangtuanya adalah muslim yang sangat saleh. Ibunya dulu beragama Katolik, lalu menjadi Islam dan rajin Sholat karena menikah dengan suaminya. Sore ini dia tidak mengaji karena dia libur. Guru ngajinya sedang punya hajat menyunatkan anak laki-lakinya.
“ Mbah, teman-teman disekolah bilang, orang yang masuk surga hanya orang yang mengikuti Tuhan Yesus. Katanya kalau tidak ikut Tuhan Yesus, orang tidak bisa masuk surga. Betul nggak Mbah…?”
Mbah Putri agak bingung mencari jawaban yang pas untuk cucunya, lalu ia menjawab.
“ No’e, cah ayu… Tuhan Yesus itu orang baik sekali, Dia suka menolong orang lain. Jadi, Dia masuk surga. Semua orang yang baik seperti Tuhan Yesus itu disayang Tuhan dan masuk surga”
“ Orang yang mengikuti Yesus namanya orang Kristen yha Mbah?”
“ Iya “ jawab Mbahnya singkat
“ Kalau orang Islam masuk surga juga to Mbah?”
“ Ya iya. Orang Islam kan berdoa pada Tuhan dan berbuat baik kepada orang lain, jadi disayang Tuhan”
“ No’e……. mau ikut Sholat sama ibu nggak?” tiba-tiba suara ibunya menghentikan pembicaraan mereka.
“ Ikut “ jawab No’e
“ Mbah… No’e Sholat dulu sama ibu ya Mbah…”
“ ya..ya.. sana Sholat dulu biar disayang Tuhan” jawab Mbahnya sambil membereskan selang dan cethoknya.
Pembicaraan sore itu sangat melekat pada ingatan No’e. malam harinya, dia tertidur pulas karena senang. Wajahnya tenang dan nafasnya teratur sekali…. bintik-bintik keringat nampak pada dahinya yang bersih. Ia bermimpi bertemu Tuhan. Tuhan seperti Mbah Putri yang suka menyiram anggrek.
“ Tuhan… Tuhan… bunga anggreknya mengangguk-angguk berterimakasih pada Tuhan karena disirami” kata No’e cerah sambil menunjuk pada bunga.
“ Oh ya… kamu pintar sekali. Siapa yang mengajari?”
“ Mbah Putri “ jawab Si No’e
“ Wah, Mbah Putrinya baik sekali. Senang ya punya Mbah Putri seperti itu” kata Tuhan.
“ Iya… Mbah Putri baik sekali pada No’e. Tuhan… orang yang baik seperti Mbah Putri akan masuk surga ya?” Tanya No’e
“ Ooo… tentu. Orang baik seperti Mbah Putri pasti masuk surga” kata Tuhan meyakinkan.
“ Orang baik seperti Tuhan Yesus juga masuk surga Tuhan?”
“ Oh… iya, Tuhan Yesus masuk surga.”
“ Orang Kristen yang mengikuti Tuhan Yesus yang suka menolong orang lain masuk surga juga ya?”
“ Iya.”
“ Orang Islam juga masuk surga?”
“ Iya.”
“ Tuhan…Tuhan itu Kristen apa Islam?” Tanya No’e
“ Ha..ha..ha..” jawab Tuhan tertawa sambil mengusap kepala No’e
“ Tuhan tidak punya agama, sayang..”
“ Tuhan tidak mengikuti Yesus?”
“ Tidak.”
“ Tuhan sholat seperti No’e tidak?”
“ Tidak.”
“ Trus, besok Tuhan masuk surga tidak?”
Tuhan tertawa lagi, sementara si No’e terbangun dari mimpinya.

Originally posted 2011-01-03 23:04:11.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *