Daily Bread

MELUPAKAN ALLAH3 min read

January 19, 2007
Forgetting God
READ: Matt. 13:3-8,18-23
He who received seed on the good ground is he who hears the Word and understands it, who indeed bears fruit. —Matthew 13:23
An insightful scholar by the name of A. J. Heschel recounts a story from his days as a student in Berlin. Although he was a devout man, he became so preoccupied by the arts in that glittering culture that one day he failed to pray at sunset, as his custom had been without fail. He admits, “The sun had gone down, evening had arrived . . . . I had forgotten God.”
Heschel’s omission may seem minor to us, but his zeal shows that he understands the importance of cultivating the spiritual life.
Jesus told a story of a sower, a seed, and four kinds of soil (Matt. 13:1-9). The soil among the thorns represented those who permit the Word of God in their hearts to be choked by the cares and pleasures of the alluring world (vv.7,22).
That’s a dangerous possibility for anyone who thoughtlessly responds to God’s Word. The world may induce a forgetfulness of spiritual reality and responsibility.
Do we allow the attractions of this world to keep us from reading and meditating on God’s Word? Prayerfully, let us strive to be like the one who “hears the Word and understands it, who indeed bears fruit and produces” (v.23).
When the sun sets tonight, let it not be said that we have forgotten God —Vernon C Grounds
Take time to be holy,
Speak oft with thy Lord;
Abide in Him always
And feed on His Word.  —Longstaff
Prayer and obedience to God  will cultivate the soil of a hard heart.
MELUPAKAN ALLAH
Baca: Matius 13:1-9,18-23
——————————————————————————–
Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah. —Matius 13:23
——————————————————————————–
Bacaan Untuk Setahun: Kejadian 46–48, Matius 13:1-30  
Seorang sarjana pandai bernama A. J. Heschel menceritakan kembali kisah dari masa sekolahnya di Berlin.Meskipun dia adalah seorang yang saleh, dia menjadi sangat terobsesi dengan seni dalam budaya yang gemerlap pada masa itu sampai suatu hari dia lupa berdoa saat matahari terbenam, seperti kebiasaannya selama ini yang tidak pernah melalaikan kebiasaan berdoa. Dia mengaku, “Matahari telah terbenam, malam telah tiba . . . Saya telah melupakan Allah.”
Kelalaian Heschel kelihatannya begitu ringan dan sederhana bagi kita, tetapi semangatnya menunjukkan bahwa dia mengerti betapa pentingnya memelihara kehidupan rohani.
Yesus menceritakan kisah mengenai seorang penabur, sebiji benih, dan empat jenis tanah (Mat.13:1-9). Tanah yang berada di antara semak duri menggambarkan mereka mengizinkan Firman Allah dalam hati mereka terhimpit oleh kenikmatan dan kesenangan dunia yang penuh dengan godaan (ay.7,22).
Hal itu merupakan sebuah kemungkinan yang berbahaya bagi siapa pun yang tidak menanggapi Firman Allah dengan serius. Dunia bisa saja membujuk kita melupakan kenyataan dan tanggung jawab rohani kita.
Apakah kita akan membiarkan daya tarik dunia ini menghalangi kita membaca dan merenungkan Firman Allah? Dengan doa, marilah kita berjuang untuk menjadi seperti orang yang “mendengar firman itu dan mengerti,dan karena itu ia berbuah ” (ay.23).
Ketika matahari terbenam malam ini, janganlah sampai terucap kalimat bahwa kita telah melupakan Allah.—VCG
Adakanlah waktu,
Untuk berdoa;
Carilah Tuhanmu,
Baca Firman-Nya.—Longstaff
Doa dan ketaatan kepada Allah akan melunakkan tanah dari hati yang keras.

Originally posted 2011-03-30 22:44:31.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *