Daily Bread

ANDA DAN KEPUNYAAN ANDA3 min read

January 18, 2007
You And Your Possessions
READ: Matthew 19:16-26
It is hard for a rich man to enter the kingdom of heaven. —Matthew 19:23
 
Six armed gunmen broke into the deposit boxes in a London bank and stole valuables worth more than $7 million. One woman, whose jewelry was appraised at $500,000, wailed, “Everything I had was in there. My whole life was in that box.”
Some people have taken foolish risks to cling to their riches. They have died rushing into burning houses or were killed because they stubbornly resisted armed robbers. Apparently they felt that without their material possessions life would not be worthwhile. Others, when they lose their wealth, slip into despair, even to the point of suicide.
The greatest danger in becoming too closely identified with our possessions lies in the spiritual area of life. An unhealthy attachment to material things can keep an unsaved person from turning to Christ and prevent a believer from living for Him. The story of the rich young ruler forcefully illustrates this truth. Jesus’ words “You cannot serve God and [money]” (Matt. 6:24) certainly apply to us all.
Keep a wide gulf between yourself and your possessions. It will spare you many heartaches. If you are not a believer in Christ, don’t make the mistake of the rich young ruler. It will cost you your soul. —Herbert Vander Lugt
The riches of this world are vain,
They vanish in a day;
But sweet the treasures of God’s love—
They never pass away!  —Bosch
To be rich in God is better than to be rich in goods!
ANDA DAN KEPUNYAAN ANDA
Baca: Matius 19:16-26
——————————————————————————–
Sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. —Matius 19:23b
——————————————————————————–
Bacaan Untuk Setahun: Kejadian 43–45, Matius 12:24-50  
Enam orang bersenjata menjebol ruang penyimpanan kotak deposit di sebuah bank di London dan mencuri barang-barang berharga bernilai lebih dari 7 juta dolar. Seorang wanita, yang perhiasannya ditaksir senilai 500.000 dolar meratap, “Semua yang saya miliki ada di sana. Seluruh hidupku berada dalam kotak itu.”
Banyak orang yang bersedia mengambil resiko yang bodoh dengan bergantung pada kekayaan mereka. Mereka mati karena menerobos masuk ke dalam rumah yang sedang terbakar atau terbunuh karena mereka berusaha keras untuk melawan para perampok. Sepertinya mereka merasa bahwa tanpa harta kekayaan yang mereka miliki, hidup mereka menjadi tidak berarti. Sedangkan yang lain, saat kehilangan harta kekayaan mereka, menjadi putus asa, bahkan ada yang sampai bunuh diri.
Bahaya yang paling besar akibat terlalu dekat dengan kekayaan kita terletak pada sisi kehidupan rohani kita. Ketergantungan yang tidak sehat kepada harta duniawi bisa menghalangi seseorang yang belum percaya untuk berpaling kepada Kristus dan menghalangi seorang percaya untuk hidup bagi-Nya. Cerita tentang seorang penguasa muda yang kaya ini dengan kuat menggambarkan kebenaran ini. Perkataan Yesus bahwa “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada [uang]” (Mat. 6:24) sungguh dapat terjadi dalam hidup kita semua.
Buatlah jurang yang lebar antara diri Anda dan kekayaan Anda. Hal ini akan menghindarkan Anda dari sakit hati. Jika Anda bukan seorang yang percaya kepada Kristus, janganlah membuat kesalahan seperti penguasa muda kaya itu. Jiwamu menjadi taruhannya.—HVL
Kekayaan dari dunia ini adalah kesia-siaan,
Mereka lenyap dalam sehari;
Tetapi manislah harta karun kasih Allah —
Mereka tak pernah berlalu!—Bosch
Kaya dalam Allah lebih baik daripada kaya dalam kekayaan dunia!

Originally posted 2011-05-10 07:44:40.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *