Iptek Kesehatan

Otak Difungsikan atau Tidak?6 min read

Oleh : Bagus Pudjo Prasetyo
Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan seorang nenek yang berusia 99 tahun dalam acara pertemuan keluarga besar. Memang secara fisik kekuatan sang nenek tersebut sudah menurun, ia juga sudah memakai tongkat penolong untuk berjalan, tubuhnya kurus dan tampak sekali garis-garis wajah atau keriput yang mencerminkan ketuaan tadi. Tetapi yang jadi pikiranku adalah daya ingatnya yang menurun tajam dalam sepuluh tahun ini. Dahulu antara tahun 1980 – 1988, aku masih ingat dimana sang nenek masih dengan indahnya dapat bercerita banyak tentang zaman-zaman yang dilalui (zaman revolusi/perang s.d zaman kemerdekaan atau pengungsian) hingga menyebutkan dengan lancar nama anak,cucu/cicit yang ada sekarang ini. Ketika itu usia sang nenek berkisar antara 81 – 85 tahun.
Nah…, berbeda dengan beberapa hari yang lalu, dimana sang nenek sudah lupa nama anak maupun cucu-cicitnya. Begitu pula dengan sejarah/zaman-zaman yang sudah dilaluinya. Ternyata, daya ingat atau otak sang nenek sudah tidak lagi berfungsi atau memiliki kekuatan seperti sepuluh tahun silam.
Dari fenomena ini, aku melihat bahwa yang namanya “OTAK” atau organ tubuh manusia yang terdapat dalam tengkorak kepala ini selain mengalami perkembangan pada masa kanak-kanak, juga akhirnya akan mengalami penurunan daya ingat pada masa/usia tua. Berbagai macam pertanyaan yang berkecamuk di kepalaku antara lain :
1) Bagaimana sesungguhnya cara kerjanya si “OTAK” sejak dari awal perkembangan pada diri seorang bayi hingga masa penurunan kemampuan kerjanya dalam diri manusia ketika memasuki masa usia tua?
2) Apakah semua proses kerja “OTAK” berlaku pada semua manusia?
3) Dalam keadaan yang ba-gaimanakah yang dapat menimbulkan dan memper-cepat penurunan daya ingat dari organ “OTAK” ?
4) Apakah hal ini terjadi pada semua manusia pada usia yang sama ?
Marilah kita bersama-sama belajar memahami dan menyelami bagian kecil dari ciptaan Tuhan yang cukup berperan penting dalam kehidupan seorang manusia ini.
Organ tubuh yang bernama “OTAK”, adalah sesuatu yang tidak dapat ditandingi oleh komputer manapun di dunia dengan tingkat kemampuan memori dan kecepatan yang canggih sekalipun. Ya memang, ada komputer atau sejenis alat hitung yang bekerjanya lebih cepat dari beberapa otak manusia pada zaman tertentu. Akan tetapi si “OTAK” inilah yang menuangkan ide-idenya kedalam bentuk alat-alat elektronika yang oleh manusia diberi nama Komputer sampai dengan alat tersebut dapat melakukan kerja berhitung atau yang lain melampaui beberapa otak manusia pada zaman tertentu dan tempat tertentu.
Jadi, meskipun secara bentuk si “OTAK” memiliki ukuran kecil saja, namun ia adalah bagian yang dapat membentuk watak/tabiat dan perilaku serta menjadi salah satu faktor dari seorang manusia dalam menjalin /memiliki hubungan kasih dengan Allahnya selama hidup di dunia (bandingkan Matius 22 : 37 “kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu”).
Perlu diingat bahwa setiap manusia dikaruniakan organ otak yang berkembang secara unik, sekalipun pada otak bayi yang lahir kembar identik. Kesamaan genetika mereka termodifikasi dengan variasi dalam otak dan sistim saraf masing-masing. Sejak dari embrio janin sampai dengan bayi yang baru lahir, pada masa itu terjadi proses multiplikasi, migrasi dan kolonisasi sel-sel dalam membentuk susunan otak dan sistem saraf pusat. Yang menarik dalam proses tersebut adalah adanya suatu molekul yang membimbing sel agar membentuk organ yang tepat.
Dalam proses pembentukan organ otak, terjadi pergerakan/perpindahan sel-sel didalamnya. Sementara sistem sentral saraf melakukan perjalanan panjang, secara berkelompok dalam tujuannya, untuk memastikan tidak ada otak yang sama antara satu otak dengan otak yang lainnya. Dan unsur pembentuk sistem saraf dalam organ otak adalah NEURON (Sel Saraf) yang dihasilkan oleh otak itu sendiri. Sebagai contoh, dalam minggu ketiga masa kehamilan, organ otak dapat menghasilkan 250.000 Neuron setiap menit. Sebab dengan adanya Neuron inilah yang memungkinkan manusia melakukan aktifitasnya seperti berfikir, berbicara, s.d. melakukan tindakan berolah raga, misalnya.
Cara kerja Neuron sendiri sudah terorganisir sedemikian rupa dengan fungsi yang berbeda-beda. Ada 3 bagian khusus dari Neuron yang mengatur cara kerjanya: a) tindakan yang berhubungan dengan dunia luar (seperti: melihat pemandangan, mendengarkan musik, merasakan panasnya sinar matahari, menyentuh buku atau mengecap makanan); b) Hal-hal yang berkaitan dengan otot, gerakan, dsb; c) Yang berkaitan dengan kemampuan seperti: berfikir, mengingat, membayangkan dan kemampuan lainnya. Prof. Susan Greenfild, pakar Neuron dari Oxford mengatakan bahwa satu Neuron dapat mengirimkan transmisi kimia 500 kali dalam satu detik. Sementara tiap transmisi itu memiliki fungsi yang berbeda.
Yang penting adalah perlu adanya informasi Auto-dialing yang teratur/tetap guna membentuk sistem saraf di atas. Sebab jika terjadi gangguan seperti: ketagihan obat bius, terinveksi virus dan malnutrisi, dapat merusak proses pembentukan. Pada saat manusia dilahirkan (bayi), ia memiliki sekitar satu milyar sel otak, dan akan berkembang secara luar biasa menjadi triliyunan jaringan baru. Sedang pada usia 2 tahun, otak kanak-kanak memiliki sinapsis atau simpul saraf dua kali lebih banyak dibandingkan dengan yang dimiliki otak manusia dewasa. Begitu juga dengan energi yang dimilikinya adalah dua kali lebih besar.
Dari mulai di dalam rahim, pengalaman-pengalaman yang dialami oleh janin akan mempengaruhi pembentukan jaringan yang dibuat. Proses pertumbuhan yang baik ini mengalami perhentian pada saat manusia berumur 10 tahun. Dan beberapa tahun kemudian, organ otak mulai mengalami penyesuaian karena adanya sinapsis atau simpul saraf yang rusak. Dari proses penyesuaian ini menyebabkan tingkat kekenyalan otak yang menurun, namun tingkat kekuatannya mengalami peningkatan. Itulah sebabnya pada usia kurang lebih 18 tahun keatas – umumnya – kepribadian seseorang mulai terbentuk (dari hasil kerja dan pengaruh kompleks antara Gen dan pengalaman pribadi).
Sejalan dengan bertambahnya usia seseorang, maka organ otak akan mengalami penyusutan dan hal ini akan menjadi semakin tampak pada manusia di usia manula. Sebagai contoh, pada usia manusia mencapai 70 tahun, volume otak akan mengalami penurunan 10 % untuk setiap 10 tahun. Jadi jika manusia memasuki usia 80 tahun, maka volume otaknya sudah mengalami penurunan 20 %.
Proses penyusutan volume otak bukanlah sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan, sebab proses ini bukan berarti manusia akan mengalami penurunan tingkat kemampuan atau menjadi bodoh. Yang menentukan optimal atau tidaknya fungsi otak ialah hubungan antar jaringan otak atau interkoneksi antar Neuron itu sendiri yang penting.
Oleh karena itu, untuk memelihara agar hubungan antar jaringan tetap baik, maka organ otak harus difungsikan atau diaktifkan setiap saat. Itulah sebabnya sang nenek yang beberapa lalu aku temui itu harus tetap diajak untuk berkomunikasi, berpikir dan membaca agar jaringan otaknya tetap “hidup”. Mungkin dahulunya sang nenek sering diajak untuk berkomunikasi atau bercerita oleh anak cucunya, namun belakangan ini kurang ada yang mengajak berbicara, sehingga organ otaknya kurang difungsikan pada masa lalunya.”
Aku sungguh kagum, heran dan penuh syukur atas segala proses terbentuknya organ otak dalam diri manusia. Otak yang dikaruniakan oleh sang Pencipta memiliki kekuatan melampaui komputer tercanggih manapun. Oleh karena itu, otak harus digunakan sebaik mungkin agar bermanfaat termasuk dalam menanggapi sikap-Nya yang mengasihi manusia. Jika tidak digunakan maka manusia akan kehilangan “keberbedaan/kekhususan” sebagai mahkota ciptaan dibandingkan dengan ciptaan lainnya (seperti: alam semesta dan hewan). Hal ini juga mengingatkanku akan kuasa-Nya dalam menciptakan manusia seperti yang disaksikan oleh Pemazmur dalam kitab Mazmur pasal 139 ayat 13 – 14 :
“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepadaMu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”

Originally posted 2011-05-14 06:34:49.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *