Relijius

Ketika Tuhan Menjamah Hatinya5 min read

Yesaya 61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,


Sebuah kesaksian yang kiranya menjadi berkat buat kita semua.
Hari itu hari Minggu tanggal 4 september 2005, itu sepulang dari Gereja saya makan bersama dengan Kakak saya,Coworker dan juga rekan-rekan saya di daerah senen.
Sore itu saya ijin untuk tidak ikut doa di pelayanan karena harus survey tempat kuliah dan segera pulang karena kondisi badan sedang tidak baik.
Mengetahui kondisi badan saya yang sedang lemah kakak saya kasih saya uang agar setelah survey saya pulang naik taksi. Saya menerimanya tanpa tau apa maksud semua itu, taunya itu uang untuk ongkos taksi. Biasa saya memang pakai kendaraan umum. Karena ingin adiknya cepat sampai maka disuruh naik taksi.
Sampai di kawasan Sudirman saya cari ojek ke arah kuningan di mana kampus saya berada.
Memang sore itu mau survey untuk jarak terdekat ke kampus jika naik ojek dari daerah Sudirman maupun dari arah Komdak.
Saya putuskan untuk menyambung naik ojek karena kalau sore hari sudah pasti macet sehingga pasti akan terlambat sampai di kampus.Karena saya belum tau mana jarak terdekat saya putuskan untuk survey, terlebih kakak saya yang berada di kalimantan sangat meminta saya untuk survey terlebih dahulu mencari jarak terdekat.
Jadi setelah naik Bus umum disambung naik ojek.
Pertama saya coba naik dari Sudirman kemudian dari Komdak. Jadi sore itu itu putar-putar daerah Semanggi, Sudirman, Senayan, Kuningan degan naik ojek.
Sore itu berputar-putar melewati senayan dimana banyak orang yang sedang berolah raga.Enak sekali rasanya sore-sore olah raga apalagi sore itu tidak panas he 3x…
Setelah selesai survey saya menunggu taksi di depan menara Sudirman, berkali-kali taksi lewat tetapi tidak satupun hati saya tergerak untuk naik.
Saya masih menunggu taksi Favorite saya ” Putera ” selain masih tarif lama juga masih bagus.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya datang juga taksi yang saya tunggu. Begitu naik roh saya langsung merasakan sesuatu yang beda.
Ada aliran kasih sorgawi yang tiba-tiba menyeruak masuk. Ketika mengalami hal-hal seperti ini yang saya rasakan adalah hati saya begitu damai, badan saya terasa hangat dan hati yang tersentuh oleh kasih Tuhan. Tidak kalah kagetnya sopir taksinya mirip benar dengan Bajuri ( Mat Solar, pemeran Bajuri di acara bajaj bajuri RCTI ” ) baik bentuk badannya juga wajahnya.
Dan tiba-tiba sore itu ada dorongan yang sangat kuat untuk menceritakan kasih Tuhan kepadanya. Itu hal yang biasa saya lakukan tetapi sore itu rasanya lain sekali.
Dorongan itu begitu kuat dengan kasih yang begitu dalam, banyak hal saya tanyakan sebagai permulaan hubungan. Tentang keluarganya, dimana dia tinggal, penghasilannya, anak-anaknya dan pendidikan mereka. Banyak hal yang saya dengar tetang hidupnya. Penghasilan yang pas-pasan, anak-anaknya yang semua sekolah dan tinggal dengan ibunya dikampung di daerah Jawa Barat. Cukup untuk makan dan biaya anak-anak sekolah sudah bersyukur tetapi yang seringkali terjadi biaya untuk anak-anaknya sering terlambat. Maklumlah penghasilannya sebagai sopir taksi tidak menentu belum lagi dengan jakarta yang macet dan semakin banyaknya perusahaan taksi.
Saat itu saya bisa merasakan pergumulan hidup yang dia rasakan. Sejak naik Roh Kudus sudah bicara dengan sangat kuat dalam hati saya untuk menceritakan kasih Tuhan dan mendoakan bapak ini. Begitu sampai di tempat yang saya tuju setelah membayar ongkos,satu hal saya tanyakan kepada bapak ini ” bapak punya waktu barang sebentar ? ” ” ya tentu saja pak ” dia menjawab.
” Sejak naik tadi hati saya terdorong oleh kasih yang luar biasa, kasih yang dari Tuhan untuk mendoakan bapak, saya bisa merasakan pergumulan dan beban hidup yang bapak alami. Saya punya orang tua, punya adik-adik sehingga saya mengerti apa yang bapak rasakan, saya akan berdoa buat bapak ”
” Wah senang sekali pak saya di doakan ” diapun menjawab. Kemudian saya tumpangkan tangan saya atasnya dan mulai berdoa kepada Bapa Sorgawi.
Saya mulai berdoa untuk kesehatannya, pekerjaannya, keluarganya, anak-anaknya, masa depanya dan apapun yang jadi pergumulan hidupnya.
Pada saat saya berdoa saya rasakan aliran kasih Bapa yang mengalir dengan derasnya, karena konsen dengan doa yang saya naikkan sayapun tutup mata saya, saya tidak melihat apa yang dia alami, hanya saya dengar dia mengaminkan setiap doa saya dengan kata AMIN yang begitu mantap. Dalam doa saya tidak lupa saya tekankan ” Oh Yesus Engkau Juruselamat kami, yang menebus dosa kami, yang menyediakan kehidupan kekal buat kami, yang memelihara kehidupan kami ”
Selesai berdoa saya tatap wajahnya oh…saya tidak menyangka ternyata sepanjang doa dia menangis..air matanya masih mengalir membasahi kedua pipinya.
” Pak terimakasih ya doanya, hati sanubari saya menjadi sangat tentram, terimakasih sekali, semoga kita bertemu lagi ” Itu kata-kata yang dia ucapkan.
” Saya sangat senang bertemu bapak dan bisa mendoakan bapak, Tuhan sangat mengasihi bapak, saya berdoa lain waktu Tuhan pertemukan kembali ”
Saya menutup perbincangan kami sore itu.
Akhirnya kami berpisah. Saya catat nama dan dimana poolnya. Dan saya bawa dalam doa.
Tidak habis-habisnya saya bersyukur sama Bapa di Sorga untuk apa yang baru saja saya alami.
Saya tidak hanya mengetahui jarak terdekat untuk ke kampus terlebih lagi bisa menjadi saluran kasih Tuhan untuk sopir taksi yang saya naikin.
Betul-betul pengalaman yang sangat indah. Cara Roh Kudus bekerja sangat luar biasa. Saya menjadi mengerti mengapa sore itu saya harus naik Taksi.
Pengalaman-pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Dan saya berdoa kepada Tuhan untuk boleh membawa saya lebih lagi melayani sopir-sopir taksi, sopir-sopir angkot, metromini. Kehidupan mereka sangat keras dan istirahat yang sangat kurang. Banyak diantara mereka yang tidak memiliki harapan akan masa depan yang pasti. Sementara kita adalah orang-orang yang dipenuhi oleh kasih Bapa. Tuhan memberikan kepada kita dengan cuma-cuma. Marilah kita berikan dengan cuma-cuma.
” Oh Tuhan kiranya kasihMu semakin mengalir buat mereka, Engkau bawa anak-anakMu untuk membawa kasih dan sukacitaMu yang akan menjamah kehidupan mereka.Amen.
Dimanapun kita berada, kapanpun, dalam kondisi apapun jika Roh Kudus sudah berkata-kata jangan pernah sia-siakan kesempatan yang ada. Kadang kita tidak tau kalau orang yang kita temui sedang tertekan, sedang dalam pergumulan yang berat dan mereka membutuhkan sahabat untuk sharing yang menguatkan dan mendoakan mereka. Kadang kita tidak mengerti bagaimana Allah bekerja dan menuntun kita.Yang pasti Kuasa dan penyertaanNya selalu nyata bagi setiap orang percaya.
Haleluya , segala kemuliaan untuk Bapa di Sorga.
Tuhan memberkati.
Steph
Email : steph@ditekjaya.co.id

Originally posted 2011-06-12 12:29:56.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *