Anak

Serupa1 min read

By Linda Mango
Waktu aku bekerja di pusat keseatan, aku memperhatikan seorang pria dan anaknya yang masih kecil yang setiap hari dating ke pusat kemoterapi.
Dengan pakaian yang necis dan rambut tersisir rapi membuat pria ini tampak menonjol di antara orang-orang yang ada di sana.
Aku mengaguminya dan aku menuukai anaknya yang masih berusia lima tahun yang selalu tersenyum padaku. Aku rasa aku tidak mungkin dapat menebak siapa di antara mereka berdua yang menjalani perawatan kemoterapi.


Suatu hari, saat mereka berjalan melewatiku, perhatianku terarah pada anak lelakinya.
Topi yang biasanya ia gunakan tidak dipakai lagi, dan aku dapat melihat sekarang kepalana yang botak. Aku beralih memperhatikan ayahnya. Dan yang membuat aku lebih terkejut, si ayah sama botaknya dengan anaknya.
“Lihatlah ayahku!” kata si anak dengan riang.
“Ia mencukur rambutnya supaya kami terlihat serupa. Kami akan menumbuhkan rambut kami bersama-sama!”
Ayahnya tersenyum, terlihat lebih berbeda dari pada senyumnya yang dahulu.

Originally posted 2011-06-19 12:11:01.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *