Motivasi

Story Of Anthony4 min read

Saya ada seorang kenalan di sini (Kuala Lumpur) yang hidupnya bergantung kepada anjing. Saya ingin membagi pengalamannya yang mungkin akan memberi pelajaran kepada kita semua.Kenalan ini (Anthony) adalah penyandang cacat yang bergerak dengan kursi roda karena lumpuh dari pinggang ke bawah sejak kecil. Beberapa tahun yang lalu dia belum terlibat dengan anjing secara serius. Keluarganya memiliki anjing peliharaan yang seperti kebanyakan keluarga lain hanya dianggap sebagai piaraan dan penjaga rumah yang diikat di halaman depan.

Rasa tertarik akan anjing yang bisa menjadi sahabat terbaiknya baru muncul pada waktu dia pergi ke sebuah pertemuan penyandang cacat di Amerika. Dia mendapat sponsor untuk menghadiri pertemuan tersebut karena aktivitasnya di Kuala Lumpur sebagai orang yang gigih menyuarakan pendapat kaum disabled untuk mendapat tempat yang layak di masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut ada satu pembicara yang juga menyandang cacat yang lebih berat lagi, yaitu lumpuh dari leher ke bawah (quadriplegic?). Meskipun tidak mampu menggerakkan anggota badannya, pembicara ini datang dengan menggunakan kursi roda listrik, mengenakan mantel musim dingin yang terpasang rapi di badannya. Ternyata dia mampu memakai baju, meletakkan barang bawaannya dan kertas kerjanya di kursi rodanya berkat bantuan anjingnya. Anthony lebih terkesan lagi pada waktu laser pointer pembicara lumpuh ini terjatuh, anjingnya segera mengambil dari lantai, naik ke atas badan tuannya mengembalikan lagi sehingga tuannya dapat meneruskan presentasinya.
Dibesarkan di Malaysia yang tidak memiliki service dog, Anthony merasa sungguh tergugah dengan kemampuan anjing yang dapat diandalkan penyandang cacat yang bahkan lebih berat daripada dirinya. Sejak saat itu dia bertekad untuk memiliki anjing yang akan menjadi temannya. Tantangan terbesar untuk memiliki anjing ternyata datang dari keluarganya sendiri. Mereka berpendapat bagaimana mungkin dia akan mampu memelihara anjing sedangkan dia sendiri kemampuannya terbatas karena  cacatnya. Mungkin pendapat ini tidak hanya dimiliki oleh keluarganya. Kebanyakan orang, bahkan sebagian dari kita sendiri mungkin memiliki pendapat yang sama. Mengurus satu anggota keluarga yang bergantung kepada kursi roda sudah cukup repot, apalagi ditambah dengan kerepotan memelihara dan mengurus anjing.
Tapi keinginannya tidak terbendung lagi dan menyampaikan bahwa dia sudah cukup dewasa, dia sudah memiliki pemasukan (antara lain dia mengisi rubrik di surat kabar yang menyediakan kolom untuk penyandang cacat) yang memungkinkan untuk membeli anjing yang diinginkan, makanan serta perawatan yang diperlukan. Dan dia sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan sendiri, termasuk keputusan untuk memelihara anjing. Hidupnya sudah cukup lama menderita sendirian dan dia perlu kawan yang selalu bersedia menemaninya. Meskipun di luar rumah dia dikenal gigih mempertahankan pendapat dan memiliki sikap pantang menyerah, tetapi pada waktu tidak ada orang lain di kamarnya seringkali dia menangis sendirian.
Dengan bantuan seorang kawannya dia mulai mencari puppy yang sesuai dengan keperluannya. Yang diinginkan adalah jenis anjing besar yang diharapkan mampu menolong kesulitannya bergerak termasuk mendorong atau menarik kursi rodanya pada waktu berjalan di tempat yang kurang datar. Mereka keluar masuk petshop sampai akhirnya Anthony menemukan satu jenis anjing besar. Pemilik toko antusias sekali menyarankan anjing ini, dan Anthony sudah jatuh cinta pada pandangan pertamanya. Anak anjing itu begitu lucu, datang dengan segera waktu dipanggil, dan menjilat-jilat mukanya pada waktu digendong. Bayangkan seseorang seperti dirinya mendapat kasih sayang, ciuman dan jilatan mesra tanpa pamrih dari seorang kawan yang baru saja dikenalnya.
Yang tidak diketahuinya adalah jenis anjing besar ini baru saja menjadi headlines di sini karena ada kasus jenis ini baru saja membunuh keluarga majikannya. Saya tidak menyebut jenisnya agar konsentrasi kita tidak terpecah kepada karakter jenis ini. Itu sebabnya pemilik toko merasa dia harus secepatnya mengeluarkan puppy ini dari tokonya, dan Anthony yang masih ragu-ragu merupakan calon pembeli yang potensial.
Langsung saja pemilik toko itu “I will pack him for you” dan memasukkan si puppy ke dalam kotak karton lalu meletakkannya di pangkuan Anthony yang masih terbengong-bengong. Berikutnya, di pangkuannya Anthony melihat anak anjing itu meronta-ronta berusaha keluar dari kotak kartonnya. Dengan cakar dan giginya dia akhirnya mengoyak-ngoyak kotak karton itu sehingga akhirnya berhasil keluar dengan gagahnya.
Kejadian itu begitu memukau Anthony. Selama ini hidupnya seakan-akan berada dalam kotak kurungan. Dan di depan matanya dia melihat isyarat yang begitu nyata. Akhirnya dia membawa anjing itu pulang. Sejak saat itu hidupnya berubah total. Dia tidak lagi menangis sendirian di kamarnya. Kawan barunya membuatnya merasakan kehidupan baru yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Dia bertemu banyak kawan baru, melakukan banyak kegiatan yang tidak pernah dijalani sebelumnya dan pengalamannya yang dia tulis di koran melalui kolomnya setiap Sabtu membuatnya menjadi celebriti.
Setelah pengalamannya dengan anjing yang pertama, menyadari keterbatasan kemampuan breed anjing ini, selanjutnya dia mendapatkan lagi dua jenis anjing yang lebih sesuai untuk penyandang cacat seperti dirinya. Dia tidak pernah menyesali keputusannya memelihara anjing dan merasa tidak akan dapat hidup lagi tanpa ditemani oleh ketiga anjingnya.
Rekan-rekan sekalian, maaf kalau posting ini kepanjangan. Saya hanya ingin berbagi pengalaman bahwa kesayangan kita dapat menjadi men’s best friend. Baik able body maupun kaum handicapped. Mungkin ada kawan atau saudara atau kenalan yang kebetulan menyandang cacat, sampaikan posting ini yang mungkin akan menambah wawasan mereka.

Originally posted 2011-07-01 14:31:01.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *