Daily Bread

Apa Hutang Allah pada kita3 min read

What God Owes Us
READ: Colossians 1:9-14
Walk worthy of the Lord, fully pleasing Him Colossians 1:10
A story is told about a vendor who sold bagels for 50 cents each at a street corner food stand. A jogger ran past and threw a couple of quarters into the bucket but didn’t take a bagel. He did the same thing every day for months. One day, as the jogger was passing by, the vendor stopped him. The jogger asked, You probably want to know why I always put money in but never take a bagel, don’t you? No, said the vendor. I just wanted to tell you that the bagels have gone up to 60 cents.
Too often, as believers, we treat God with that same kind of attitude. Not only are we ungrateful for what He given us but we want more. Somehow we feel that God owes us good health, a comfortable life, material blessings. Of course, God doesn’t owe us anything, yet He gives us everything
G.K. Chesterton wrote, Here dies another day, during which I have had eyes, ears, hands, and the great world round me. And with tomorrow begins another. Why am I allowed two?psalmist said, This is the day the Lord has made; we will rejoice and be glad in (Ps. 118:24).
Each day, whether good or bad, is one more gift from our God. Our grateful response should be to live to please Him Cindy Hess Kaspes
Living for Jesus a life that is true, Striving to please Him in all that I doYielding allegiance, glad-hearted and free, This is the pathway of blessing for me. Life is a gift from God, to be lived for God.
Santapan Rohani
APA HUTANG ALLAH PADA KITA
Baca: Kolose 1:9-14
Sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal
Bacaan Untuk Setahun: Keluaran 4, Matius 14:22-36
Ada kisah tentang seorang penjaja makanan yang menjual roti bagel dengan harga 50 sen per buah di warung makan pada sudut jalan. Ada seorang yang sedang jogging, berlari melewatinya dan melemparkan dua koin pecahan 25 sen ke dalam tempat uang, tetapi tidak mengambil bagel nya. Selama berbulan-bulan, dia melakukan hal yang sama setiap harinya. Suatu hari, saat dia lewat, si penjaja makanan menghentikannya. Orang yang jogging tersebut bertanya, “Kamu pasti ingin tahu mengapa saya selalu menaruh uang tetapi tidak pernah mengambil sebuah bagel pun, benar bukan?jawab penjaja makanan tersebut. Saya hanya ingin memberitahu Anda bahwa harga bagel sudah naik menjadi 60 sen.
Sebagai orang percaya, kita terlalu sering memperlakukan Allah dengan sikap seperti itu. Bukan saja tidak bersyukur atas apa yang telah Dia berikan kita malah menginginkan lebih. Sepertinya kita merasa bahwa Allah berhutang kesehatan, hidup yang nikmat, berkat materi kepada kita.Tentu saja, Allah tidak berhutang apa pun kepada kita, namun Dia memberikan kita segalanya.
G. K. Chesterton menulis, Hari demi hari berlalu, selama saya mempunyai mata, telinga,tangan, dan sebuah dunia yang hebat di sekelilingku. Dan bersama hari esok, sesuatu yang baru dimulai. Mengapa saya diberikan dua?Si pemazmur berkata, Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya (Mzm.118:24).
Setiap hari, entah baik atau buruk, adalah satu hadiah lagi dari Allah. Seharusnya hidup penuh rasa syukur yang kita jalani untuk menyenangkan Dia. Hidup bagi Isa Almasih, hidup yang benar Tinggalkan dunia dan dosa cemar;Serahkan semuanya kelak hati gemar, Jalan inilah beri berkat besar, Hidup adalah hadiah dari Allah yang harus dijalani untuk Allah.

Originally posted 2011-10-12 12:30:59.

Spread the love

One Reply to “Apa Hutang Allah pada kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *