Anak

Memberi Apa Yang Bisa Diberi2 min read

Cerita ini mengisahkan tentang seorang anak yang bermain dalam tim baseball. Ia selalu ditempatkan di bangku cadangan. Prestasi sang anak biasa-biasa saja dan tidak pernah membuat sesuatu hal yang dapat dibanggakan, baik bagi timnya maupun ayahnya sendiri.
Saat ayahnya meninggal dunia, sang anak dengan tangis memohon dengan sangat kepada pelatihnya untuk menempatkan dirinya sebagai pemain utama, “saya ingin bermain untuk ayah” katanya.

Melihat semangat dan kesungguhan sang anak, maka sang pelatih mengijinkannya untuk bermain sebagai pemain utama. Keberhasilan gemilang yang diraih oleh sang anak membuat sang pelatih terheran – heran. Pada hari itu anak tersebut diangkat oleh teman-teman satu timnya.
Malam itu ketika lapangan telah kosong dan hanya ada orang yang membersihkan lapangan, sang pelatih memperhatikan seseorang berdiri sendirian ditengah lapangan. Ketika sang pelatih tahu kalau yang berdiri tersebut adalah si anak, ia mendekatinya. “Nak, kau telah menjadi bagian dari tim ini selama lima tahun. Kau dengan setia mengikuti latihan, kau selalu mengerjakan apapun yang aku minta, aku tahu bahwa permainanmu tidaklah terlalu bagus sehingga aku harus selalu menempatkanmu di bangku cadangan. Tapi…. aku tidak pernah melihat permainanmu sepertihalnya hari ini. Hari ini kau bermain dengan penuh semangat, dan membuat prestasi yang sebelumnya belum pernah kau lakukan…. apa yang membuat perbedaan..?”
“Pelatih, pernahkah kau melihat orangtuaku di sekolah..?” tanyanya.
“Sebenarnya aku pernah, aku tidak pernah bertemu mereka tapi terkesan betapa mereka saling mencintai. Aku selalu melihat mereka bergandengan tangan kemanapun mereka pergi.”
“Pelatih, mereka sangat saling mencintai satu sama lain. Tapi itu bukan alasan utama mengapa mereka selalu bergandengan tangan. Ayahku buta. Ibuku selalu menuntunnya bila dia tidak menggunakan tongkat putihnya. Selama lima tahun dia datang pada setiap pertandingan, mendengarkan pengeras suara dan berharap namaku disebut. Tetapi hal itu tidak pernah terjadi, terutama karena aku tidak pernah bersungguh-sungguh. Ayahku meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Dan pelatih, hari ini adalah “pertandingan pertama yang dapat dilihat ayahku dan itu yang membuat semua perbedaan..”
( Pengarang Tidak Diketahui )
Saat “sesuatu” hal mendorong kita melakukan sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan sebelumya, “Sesuatu” itu menjadikan kita seseorang dengan pribadi yang lain. “Sesuatu” itu mampu membuat kita melakukan hal – hal luar biasa, “sesuatu” itu membuat kita rela mengorbankan apapun. “Sesuatu” itu adalah “Alasan yang sangat kuat” mengapa kita mau bersungguh-sungguh, memiliki determinasi yang kuat dalam mencoba meraih seseuatu. “Alasan” itu dapat berupa berbagai macam hal, seperti Cinta…Pengorbanan.. Penghinaan…..Kesedihan……Tekanan…..dsb.
“Alasan yang sangat kuat” adalah sesuatu yang memberikan “Emosi” pada apa yang kita lakukan. Ada perbedaan, saat kita melakukan sesuatu berdasarkan “alasan” tertentu. Jadikanlah selalu “alasan” positif sebagai pendorong apa yang kita lakukan, apa yang terjadi terhadap diri kita boleh negatif, tetapi…kita harus memberi “alasan” dan makna positif kepada apa yang terjadi terhadap diri kita.
“Segala sesuatu akan menjadi yang terbaik apabila mereka MENGAMBIL YANG TERBAIK dari segala sesuatu yang terjadi”
Hanya dengan Mengambil Yang Terbaik terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan, kita memperoleh Yang Terbaik Yang Kehidupan Berikan…

Originally posted 2011-11-11 17:47:54.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *