Renungan

Ciuman seorang anak4 min read

Dulu ada seorang gadis kecil bernama Cindy. Ayah Cindy bekerja enam hari dalam
seminggu, dan sering kali sudah
lelah saat pulang dari kantor. Ibu Cindy bekerja sama kerasnya mengurus keluarga
mereka -memasak, mencuci dan
mengerjakan banyak tugas rumah tangga lainnya. Mereka keluarga baik-baik dan
hidup mereka nyaman. Hanya ada
satu kekurangan, tapi Cindy tidak menyadarinya.
Suatu hari, ketika berusia sembilan tahun, ia menginap dirumah temannya, Debbie,
untuk pertama kalinya. Ketika waktu
tidur tiba, ibu Debbie mengantar dua anak itu ketempat tidur dam memberikan
ciuman selamat malam pada mereka
berdua. “Ibu sayang padamu,” kata ibu Debbie. “Aku juga sayang Ibu,” gumam
Debbie.
Cindy sangat heran, hingga tak bisa tidur. Tak pernah ada yang memberikan ciuman
apap pun padanya.. Juga tak ada
yang pernah mengatakan menyayanginya. Sepanjang malam ia berbaring sambil
berpikir, Mestinya memang seperti itu .
Ketika ia pulang, orangtuanya tampak senang melihatnya. “Kau senang di rumah
Debbie?” tanya ibunya. “Rumah ini
sepi sekali tanpa kau,” kata ayahnya. Cindy tidak menjawab. Ia lari ke kamarnya.
Ia benci pada orangtunya. Kenapa
mereka tak pernah menciumnya? Kenapa mereka tak pernah memeluknya atau
mengatakan menyayanginya? Apa
mereka tidak menyayanginya?. Ingin rasanya ia lari dari rumah, dan tinggal
bersama ibu Debbie. Mungkin ada
kekeliruan, dan orangtuanya ini bukanlah orang tua kandungya. Mungkin ibunya
yang asli adalah ibu Debbie.
Malam itu, sebelum tidur, ia mendatangi orangtunya. “Selamat malam,”katanya.
Ayahnya,yang sedang membaca koran,
menoleh. “Selamat malam”, sahut ayahnya. Ibu Cindy meletakkan jahitannya dan
tersenyum. “Selamat malam, Cindy.”
Tak ada yang bergerak. Cindy tidak tahan lagi.”Kenapa aku tidak pernah diberi
ciuman?” tanyanya. Ibunya tampak
bingung. “Yah,” katanya terbata-bata, “sebab… Ibu rasanya karena tidak ada
yang pernah mencium Ibu waktu waktu
Ibu masih kecil. Itu saja.”
Cindy menangis sampai tertidur. Selama berhari-hari ia merasa marah. Akhirnya ia
memutuskan untuk kabur. ia akan
pergi kerumah Debbie dan tinggal bersama mereka. Ia tidak akan pernah kembali
kepada orangtuanya yang tidak
pernah menyayanginya.
Ia mengemasi ranselnya dan pergi diam-diam. Tapi begitu tiba di rumah Debbie, ia
tidak berani masuk. Ia merasa takkan
ada yang mempercayainya. Ia takkan diizinkan tinggal bersama orangtua Debbie.
Maka ia membatalkan rencananya dan
pergi.
Segalanya terasa kosong dan tidak menyenangkan. Ia takkan pernah mempunyai
keluarga seperti keluarga Debbie. Ia
terjebak selamanya bersama orangtua yang paling buruk dan paling tak punya rasa
sayang di dunia ini.
Cindy tidak langsung pulang, tapi pergi ke taman dan duduk di bangku. Ia duduk
lama, sambil berpikir,hingga hari gelap.
Sekonyong-konyong ia mendapat gagasan. Rencananya pasti berhasil . Ia akan
membuatnya berhasil.
Ketika ia masuk kerumahnya, ayahnya sedang menelpon. sang ayah langsung menutup
telepon. ibunya sedang duduk
dengan ekspresi cemas. Begitu Cindy masuk, ibunya berseru,” Dari mana saja kau?
Kami cemas sekali!”.
Cindy tidak menjawab, melainkan menghampiri ibunya dan memberikan ciuman di
pipi, sambil berkata,”Aku sayang
padamu,Bu.” Ibunya sangat terperanjat, hingga tak bisa bicara. Lalu Cindy
menghampiri ayahnya dan memeluknya
sambil berkata,”Selamat malam, Yah. Aku sayang padamu,” Lalu ia pergi tidur,
meninggalkan kedua orangtunya yang
terperangah di dapur.
Keesokan paginya, ketika turun untuk sarapan, ia memberikan ciuman lagi pada
ayah dan ibunya. Di halte bus, ia
berjingkat dan mengecup ibunya. “Hai, Bu,”katanya. “Aku sayang padamu.”
Itulah yang dilakukan Cindy setiap hari selama setiap minggu dan setiap bulan.
Kadang-kadang orangtuanya menarik
diri darinya dengan kaku dan canggung. Kadang-kadang mereka hanya tertawa. Tapi
mereka tak pernah membalas
ciumannya. Namun Cindy tidak putus asa. Ia telah membuat rencana, dan ia
menjalaninya dengan konsisten. Lalu suatu
malam ia lupa mencium ibunya sebelum tidur. Tak lama kemudian, pintu kamarnya
terbuka dan ibunya masuk. “Mana
ciuman untukku ?” tanya ibunya, pura-pura marah. Cindy duduk tegak. “Oh, aku
lupa,” sahutnya. Lalu ia mencium
ibunya. “Aku sayang padalmu, Bu.” Kemudian ia berbaring lagi. “Selamat malam”,
katanya, lalu memejamkan mata. Tapi
ibunya tidak segera keluar. Akhirnya ibunya berkata. “Aku juga sayang padamu.”
Setelah itu ibunya membungkuk dan
mengecup pipi Cindy.”Dan jangan pernah lupa menciumku lagi,” katanya dengan nada
dibuat tegas. Cindy tertawa.
“Baiklah,”katanya. Dan ia memang tak pernah lupa lagi.
Bertahun-tahun kemudian, Cindy mempunyai anak sendiri, dan ia selalu memberikan
ciuman pada bayi itu, sampai
katanya pipi mungil bayinya menjadi merah. Dan setiap kali ia pulang kerumah,
yang pertama dikatakan ibunya adalah,
:Mana ciuman untukku?” Dan kalau sudah waktunya Cindy pulang, ibunya akan
berkata, Aku sayang padamu. Kau tahu
itu, bukan?”
“Ya,Bu,” kata Cindy. “Sejak dulu aku sudah tahu.”
*Sumber dari Chicken Soup For the Kid’s Soul
Ps:
* Bila kita ingin mengubah sesuatu dalam kehidupan kita sehari-hari dan ingin
agar orang lain melakukannya pada diri
kita sendiri, Lakukan & mulailah dari diri kita sendiri. Jangan putus asa !!!.
* Bila jadi orangtua kelak, untuk menunjukkan kasih sayang kepadanya, “Cium dan
Peluklah”.
* Hargailah apa yang anda miliki, terutama orang yang anda cintai. Hargai juga
waktu yang anda miliki, berikanlah waktu
untuk anak, keluarga atau orang yang anda cintai walau hanya sesaat namun
berarti untuknya dan bisa membuatnya
bahagia. Baca di http://www.solusifinansial.com untuk solusi anda agar bisa
menciptakan hidup bahagia bersama orang
yang anda cintai.

Originally posted 2012-05-15 07:08:04.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *