Renungan

Cangkir yang Cantik2 min read

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari
hadiah buat cucu mereka. Kemudian
mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,”
kata si nenek kepada suaminya. “Kau
benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara
“Terima kasih untuk perhatiannya,
perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang
dikagumi, aku hanyalah seonggok
tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan
tangan kotor melempar aku ke sebuah
roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku
berteriak, Tetapi orang itu
berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.
Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih
saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia
memasukkan aku ke dalam perapian.
Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang
ini berkata “belum !”
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin.
Aku pikir, selesailah
penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada
seorang wanita muda dan dan ia mulai
mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.
Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia
memasukkan aku lagi ke perapian
yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil
menangis aku berteriak sekuat-kuatnya.
Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah
puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan
dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan
aku dekat kaca. Aku melihat
diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku
berdiri sebuah cangkir yang begitu
cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala
kulihat diriku.
Teman, seperti inilah Allah membentuk kita. Pada saat Allah membentuk
kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh
penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi Allah
untuk mengubah kita supaya menjadi
cantik dan memancarkan kemuliaan Allah.
“Teman, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam
berbagai pencobaan, sebab Anda tahu
bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu
memperoleh buah yang matang
supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Allah
sedang membentuk Anda. Bentukan –
bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai.Anda
akan melihat betapa cantiknya Allah
membentuk Anda.
Guys, thanks for reading.
Hope you are well and please do take care

Originally posted 2013-11-02 18:32:31.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *