Renungan

SEMUT DI DALAM TELINGA1 min read

Ada seorang pekerja yang sedang bertugas di sebuah perusahaan. suatu ketika, tanpa disengaja dia menginjak sarang semut hingga lantai dipenuhi kawanan semut, semut-semut yang tak terkira jumlahnya sampai merayap ke seluruh tubuhnya.
sebentar kemudian, dia merasakan telinganya amat gatal. disangkanya semut-semut sudah merayap masuk ke telinganya, hingga dia memutuskan untuk berobat ke dokter. hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa telinganya tidak dimasuki semut, tapi anehnya dia tetap bersikeras mengatakan telinganya terdapat semut. banyak dokter telah dicari, tapi hasilnya tetap sama.

seorang temannya menganggap dia terlalu dilanda prasangka dan perasaan yang berlebihan, hingga menjadi penyakit psikis. kalau betul demikian, tak ada gunanya mencari dolter, melainkan yang dibutuhkan
adalah seorang psikiater.
psikiater memeriksanya dengan teliti dan mengatakan positif, “Ada, memang ada. tapi sebelum semutnya dikeluarkan, harus terlebih dahulu disuntik.” lalu diapun merebahkan diri untuk disuntik dengan obat bius. dia tertidur pulas, saat mulai siuman, psikiater membunyikan beberapa batang perkakas medis di samping telinganya hngga berdesing, lalu menunjukkan dua ekor semut yang ditangkapnya dari sisi meja seraya berkata:” kini anda telah sembuh, semut itu telah saya keluarkan.” mendengar ini, si pasien amat bergembira dan mengucapkan terima kasih kepada psikiater.
PENJELASAN:
Telah dapat dibuktikan, bahwa dari kecurigaan akan melahirkan sosok
mara. kalau sudah dilanda prasangka bagaimana mungkin bisa melahirkan kepercayaan diri? terlebih lebih kalau sudah mencurigai kebenaran hukum Tuhan, bagaimana mungkin dapat membina diri lagi?

Originally posted 2015-01-26 16:02:33.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *