Waspadalah

Modus Pemerasan Di Jalan4 min read

Dear all,
Semoga pengalaman yang saya alami dapat menjadi pelajaran dan kewaspadaan bagi kita
Kronologi:
Selasa 11 April Jam 15.45, saya melintasi jalan Kebon Sirih Timur menuju arah Jl. Prapatan patung pak tani. Tujuan saya semula adalah menuju Menteng -Cikini dengan berputar di putaran Tugu Tani – Menteng. Krn padat, saya memutuskan untuk berjalan Lurus kearah Jl. Prapatan Kwitang – Pasar Senen. kondisi Lalin pd saat itu padat sekali krn dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dari Jalan Kebon Sirih sampai dengan Jl. Prapatan Tugu Pak Tani depan Hotel Aryaduta.
Posisi Mobil saya berada ditengah Jalan Raya Prapatan, ± 10M lewat dari putaran arah Tugu Tani – Menteng. Tiba-tiba ada motor yg menyalip dari sebelah kiri mobil dan hendak memutar balik ke arah Putaran Tugu Tani – Menteng yg sdh terlewat ±10M di belakang, dg sigap saya segera menginjak rem.More… Saya merasa aneh krn tdk merasa menyenggol atau menabrak ke motor tersebut tp kenapa si pengendara dan motor bisa terjatuh? Si pengendara Motor Bebek Merah B 6025 TAN mengenakan Baju Bengkel Biru Tua, tdk bersepatu dan mata kanannya tdk berfungsi (dia menggunakan bola mata palsu yg umum digunakan penderita cacat mata).
Si pengendara motor bangkit dan langsung marah-marah sambil mengacungkan Tang di bantu oleh tukang ojek payung yg tiba-tiba muncul menyuruh saya turun dr mobil. sadar adanya bahaya, saya mencoba mengalihkan perhatian mrk dengan meminta untuk tdk menghalangi jalan saya krn Lalu lintas sdng padat. begitu ada kesempatan saya memacu kendaraan dan masuk ke Kantor Marinir yg letaknya beberapa ratus meter, tidak jauh dari tempat kejadian perkara.
Saya melihat jelas si Pengendara Motor dan si Tukang ojek payung bingung mondar mandir di gerbang pintu masuk kantor Marinir. setelah 5 menit akhirnya si pengendara motor memutuskan utk masuk dan menemui saya di Pos penjagaan Marinir. Disitu saya menjelaskan kronologi kejadian kepada para penjaga di kantor marinir yg saat itu bertugas. Dari penjelasan yg ada, terlihat jelas bahwa si pengendara motor memotong arah dengan cara menyalip melalui samping kiri mobil saya untuk berbalik ke arah putaran Tugu Tani yg sdh terlewat sekitar ± 10M. Tapi setelah saya meminta maaf atas kesalahan yg seharusnya tdk di limpahkan kepada saya, si pengendara motor tetap terus ngotot minta ganti rugi.
Disini jelas terlihat kalau dia hanya ingin memeras saya. kita juga sdh melihat kondisi si bapak pengendara motor bebek Merah B 6025 TAN itu baik-baik saja tdk ada luka atau goresan dan motornya tdk ada yg lecet atau patah (aneh kan kl dia memang benar2 tertabrak pasti ada bagian motor yg tergores atau patah, atau si pengendara terluka??). Saya sdh berusaha berbicara baik-baik tp si pengendara motor tetap marah-marah. Sampai akhirnya saya membentak dia : “Jadi bapak maunya Apa??? Sdh salah masih tetep ngotot, bapak mo minta duit!!! Baik kalo gitu kita selesaikan masalah ini di POLRES Jakarta Pusat saja!” Si Pengendara motor itu makin mencak2 dan petugas penjaga di kantor marinir sdh menyarankan dia untuk damai saja, tp dia tdk mau mendengar dan berteriak : “Gak Mau nanti kamu Kabur!!”
(aihhh tolong gak mungkin saya bisa kabur secara dia naik motor, saya naik mobil, dan Lalu Lintas saat itu lagi macet-macetnya. Pastinya mobilku tdk bisa saya pacu lebih dr 20km per jam!!) Setelah adu argument dan bilang kalo saya akan menunggu dia di POLRES JAKPUS, saya kembali ke mobil dan meluncur ke arah POLRES Jakarta Pusat, disitu saya berfikir kl dia memang bukan residivis or pemeras dia pasti akan mengikuti mobil saya menuju POLRES Jakarta Pusat tapi dlm perjalanan saya ke POLRES Jakarta pusat saya tdk melihat si Pengendara MOtoR Merah B 6025 TAN itu membuntuti mobil saya. Sesampainya saya di POLRES Jakarta Pusat saya melapor ke Pos Penjagaan dan menerangkan perkara yg terjadi.
Saya menunggu ± 35 menit tp si Bapak Pengendara MOtoR Merah B 6025 TAN itu tidak kunjung menampakan batang hidungnya. Jelas lah sudah maksud si Pengendara MOtoR Merah B 6025 TAN itu memang hanya ingin memeras pengendara mobil terutama jika pengemudi mobil itu perempuan. Modus operandi nya adalah dg berpura-pura menjadi korban terserempet mobil, menjatuhkan diri dan selanjutnya memeras kita; kaum perempuan sbg pengendara mobil krn mrk pikir perempuan kaum yg lemah dan mudah diperdaya. Alhamdulillah, Allah SWT masih melindungi saya dan saya lolos dari jeratan maksud jahat mrk.
By the way kayaknya dia salah pilih calon korban yach… Hue..he.. :-D.
Pelajaran :
1. Jangan melintasi jalan yg sama setiap kali berangkat kerja, rubahlah route perjalanan tiap beberapa hari sekali.
2. Jika terjadi masalah menepilah di tempat yg ramai contohnya :perumahan, perkantoran, kampus, kantor polisi atau militer atau tempat lainnya yg sekiranya aman.
3. Jaga dan selalu bawa tas anda jika ban kempes atau mengalami kejadian spt saya di jalan raya.
Regards
Lina

Originally posted 2006-12-21 11:54:02.

Spread the love

One Reply to “Modus Pemerasan Di Jalan

  1. ya…saya juga pernah mengalaminya saat saya pulang dari embassy france yang ada dekat mall sarinah pulang dari sana saya beniat memutar untuk menghindari macet saat dilampu merah saya menerima telepon dr suami yang berada di france dan saat itu jalanan rambat merayap siang hari dan sangat panas.tiba tiba ada seorang pengendara sepaeda motor disebelah kanan saya mengatakan ban belakang saya mau terlepas.padahal saat itu saya tidak membuka kaca jendela dan saya tetap melanjutkan telepon dan tidak mengindahkan akhirnya ada lg satu pengendara motor yang lain mengatakan hal yang sama.alhasil saya pun berusaha memarkir mobil di pinggir jalan dan untung keadaan ramai saat itu.say pun keluar dan mengatakan kepada suami saya kalau ban saya akan terlepas.saya pun tutup telepon dan keluar dan saat itu juga saya tidak terlupa untuk menutup pintu mobil dan mengunci dan saya lihat keadaan ban belakang saya.dan aneh nya datang lagi satu sepeda motor dan mengatakan itu bergoyang dan mau lepas.mau tak mau saya cemas karena saya sendirian di mobil, wanita lagi.
    setelah itu saya masuk kembali ke mobil dan sang pengendara mengikuti saya di belakang dan saya pun bertanya apa ada bengkel terdekat dan mengatakan ada di belakang dan ditempat sepi pula seperti sudah direncanakan mereka.
    akhirnya saya berputar putar di lingkungan embassy itu di jalan penogoro itu akhirnya saya tidak menemui kesulitan karena saat itu ada polisi yang berjaga jaga dan berpatroli di sekitar.dan saya hampiri dan saya pun bertanya dimanakah bengkel terdekaat dan dia mengatakan tak ada bengkel mungkin di dekat blom m.akhirnya pak polisi menghampiri saya dan menyuruh
    saya memarkir kendaraan.akhirnya saya jelaskan kronologis nya saat itu.dan polisi meminta saya memberikan kunci dan dongkrak untuk membuka ban belakang mobil saya dan dia mengencangkan baut baut dan dia mengatakan kalau mobil saya baik baik saja.
    akhirnya polisi menagtakan itu adalah modus dari penjahat.saya berhasil lolos dari mereka dan untunglah ada bapak bapak polisi itu.dan mereka menagtakan supaya saya berhati hati dijalan.dan tidak mengudang penjahat dengan cara menerima telepon dijalan.hal itu sudah saya sering dengar dimana pun.tapi, entah kenapa hari itu saya tidak mengindahkannya.
    buat pengendara lain nya berhati hatilah terhadap modus kejahatan seperti itu.waspadalah karena kejahatan semakin menjadi jadi
    bravo!!!!!! selly de bock fj

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *