Kehidupan

Orang Merdeka2 min read

Seorang gadis kedapatan menangis di suatu senja tanpa diketahui sebab musababnya.
Si ayah lalu bertanya kepada si gadis, “Kenapa kamu menangis?”, si gadis tidak menjawab malah tambah keras nangisnya. Lalu ayahnya berkata sambil berteriak, “Kalau kamu terus menangis pergi kamu keluar dari rumah ini!!”
Si gadis dalam isak tangis karena takut diusir dari rumah mengatakan, “Saya hamil.. “.

“Ya Tuhan, siapa yang menghamili kamu?”, si gadis menjawab..
“Kakek ditengah hutan.”
“Astaga, orang durhaka, selama ini dia sangat kita hormati, sangat bijaksana, ternyata tega berbuat hal demikian…”
Waktu terus berlalu, akhirnya setelah 9 bulan, lahirlah bayi gadis itu, lalu ayah gadis itu beserta orang-orang sekampung pergi mendatangi kakek di tengah hutan itu.. Kakek itu tinggal di dalam gubuk bersama binatang-binatang peliharaannya (ada ayam, kerbau, kambing, bebek). Si ayah lalu berteriak, “Hei orang munafik keluar kau dari gubukmu…”
Kreek… krekk pintu gubuk terbuka, si kakek berjalan terseok-seok diiringi binatang-binatang peliharaannya.
Ayah si gadis berteriak, “Terimalah ini hasil dari kedurhakaanmu”, lalu si ayah melempar bayi si gadis itu.. dan…. hap.. si kakek dengan terkejut menangkap si bayi itu, dan bayi itu berhasil ditangkapnya tanpa terjatuh. Si kakek itu tidak bertanya apa-apa, dia hanya tersenyum dan menjawab, “No Problem, bukan masalah.”
Kemudian dia kembali masuk ke dalam gubuk reotnya.
Satu tahun berlalu, si gadis kedapatan tengah menangis lagi… si ayah yang melihatnya lalu bertanya lagi, “Kenapa lagi kau… kau hamil lagi……?”, sigadis kembali menangis, dan setelah reda tangisnya dia berkata, “Saya telah memfitnah orang, yang menghamili saya bukan kakek ditengah hutan melainkan seorang pemuda tanggung yang melarikan diri dari tanggung jawab”.
Si ayah lalu berkata, “Ya Tuhan, jadi selama ini kita telah berburuk sangka terhadap kakek yang baik hati itu”.
Akhirnya si ayah beserta si gadis dan seluruh penduduk kampung kembali mendatangi kakek di tengah hutan..
Si ayah berteriak dari luar, “Kakek maafkan kami, kami telah salah menuduh engkau telah melakukan hal keji terhadap anak saya, karena ternyata bukan engkau yang melakukannya, maukah engkau memaafkan kami?”
krek krek krek, pintu gubuk terbuka, si kakek keluar diiringi binatang-binatang peliharaanya (ada ayam, kambing, bebek, kerbau) dan satu lagi seorang bocah berumur 1 tahun. Si gadis yang melihat puteranya tersebut, kemudian berkata kepada si kakek, “Kakek, bolehkah saya membawa anak saya ini?”
Si kakek tersenyum dan menjawab, “No Problem, bukan masalah”
Akhirnya si gadis membawa puteranya tersebut pulang kembali kerumah bersama
ayah dan seluruh penduduk kampung tersebut.
Sungguh indah bukan cerita tersebut, mengajarkan kita bagaimana menjadi orang merdeka, seperti si kakek, yang menghadapi masalah demi masalah tanpa beban. Kitapun diajar untuk dapat menjadi orang merdeka, jangan kita dipasung oleh belenggu-belenggu kehidupan yang sebenarnya sanggup untuk kita patahkan.
Jadilah orang merdeka, karena dengan merdeka kita dapat hidup damai dan dengan kedamaian kehidupan terasa indah.

Originally posted 2007-04-08 16:56:37.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *