Relijius

Seekor Semut dan Sebuah Soft-Lens2 min read

Brenda adalah seorang gadis muda yang diajak mendaki tebing oleh teman-temannya. Walau sebenarnya ia takut melakukannya, ia memutuskan utk tetap pergi bersama mereka mendaki sebuah tebing granit yg curam.
Di luar rasa takutnya itu, ia memasang perlengkapannya,berpegang pada tambang dan kemudian memulai pendakian.Akhirnya ia sampai pada suatu pijakan di mana ia bisa menarik nafas sejenak. Tetapi di saat ia tengah berhenti, secara tidak sengaja matanya terbentur tali pengaman yang terikat di tubuhnya sehingga membuat soft-lensnya terlepas.

Ia tengah di suatu pijakan tebing yang berada ratusan meter di atas tanah dan ratusan meter pula tebing di atasnya yg masih harus didaki. Ia melihat dan melihat sekelilingnya, sambil berharap dapat menemukan softlensnya yg terlepas itu, tapi ternyata ia tidak dapat menemukannya.
Ia berada jauh dari rumah dan penglihatannya skrg buram. Ia putus asa dan mulai merasa gelisah, kemudian ia mulai berdoa kpd Tuhan agar menolongnya menemukan soft-lens itu.Ketika ia sampai di puncak tebing, temannya membantu mencari dengan memeriksa bajunya dengan harapan dpt menemukannya,tetapi soft-lens itu tetap tdk dpt ditemukan, Ia duduk dgn perasaan yg hilang pengharapan, beristirahat dgn sebagian rombongan sambil menunggu rombongan lainnya.
Sambil termenung, Brenda melihat gunung2 di sekitarnya, tiba-tiba teringat olehnya sepotong bagian dari ayat Alkitab yg tertulis “mata Tuhan menjelajah seluruh bumi” ( 2 Tawarikh 16:9 ) Ia kemudian berdoa di dlm hatinya, “Tuhan, Engkau dpt melihat semua gunung2.
Engkau juga mengetahui setiap daun dan batu yang ada di gunung ini, dan Engkaupun tahu dgn pasti di mana soft-lensku berada. Ya Tuhan, tolonglah aku.” Akhirnya mereka turun ke bawah melalui jalan yg kecil. Sesampainya di bawah, mereka bertemu dgn rombongan lain yg baru mau memulai pendakian. Tiba2 seorang dari mereka berteriak, “Halo teman, adakah di antara kalian yang kehilangan soft-lens ?” Tentu saja hal ini cukup mengejutkan, tetapi tahukah anda bagaimana pendaki itu menemukannya ?
Pendaki itu melihat seekor semut kecil sedang bergerak secara perlahan di permukaan tebing sambil membawa sebuah soft-lens. Brenda memberitahukan saya bhw ayahnya adalah seorang kartunis. Ketika bercerita kepada ayahnya mengenai kejadian luar biasa ttg seekor semut, dan soft-lensnya yg hilang, ayahnya kemudian menggambar sebuah kartun ttg seekor semut memikul sebuah soft-lens dengan tulisan, “Tuhan, aku tidak tahu mengapa Engkau menginginkan aku utk membawa benda ini.
Saya tidak dapat memakannnya dan benda ini sangatlah berat. Tetapi bila itu memang kehendakMu, aku akan membawakannya untukMu.” Tuhan Yesus telah merendahkan diriNya dan rela menderita menanggung semua beban dosa kita. Biarlah kita juga belajar merendahkan diri, sehati sepikir, dlm satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan. Adakalanya dlm keadaan yg sukar, kita dapat belajar utk berseru, “Tuhan, saya tidak mengerti mengapa Engkau menginginkan saya memikul beban ini. Saya tidak melihat ada hal yg berguna di dlmnya dan beban ini sangatlah berat.
Tetapi kalau ini adalah kehendakMu, saya akan melakukannya.” Janganlah meminta pelayanan sesuai kekuatan kita, tetapi………… mintalah kekuatan sesuai dengan pelayanan kita.

Originally posted 2010-12-20 14:21:50.

Spread the love

One Reply to “Seekor Semut dan Sebuah Soft-Lens

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *