Hot Chocolate

The Law of Continous Supply of Stupidity1 min read

Misalkan pada suatu hari anda sedang naik mobil, tiba- tiba di depan anda terdapat becak yg nyelonong seenaknya dan membuat anda kaget membanting stir ke kanan. Secara otomatis otak anda memerintahkan sel-sel syaraf utk mengirimkan command ke mulut anda. Automatically, anda pun berteriak,”ooo..dasar becak goblok..”. Tukang becak itu pun secara otomatis akan menjawab, tentu saja dengan amplitudo suara yg lebih kecil,”ya kalo pinter saya ndak mbecak pak..”.
Nah, misalkan anda mempunyai kapabilitas untuk mengambil satu tukang becak tadi untuk mengajarinya berbagai macam ilmu, maka tukang becak tadi akan menjadi pintar. Akibat dari kepintarannya ini, dia melihat berbagai peluang lain untuk mendapatkan nasib lebih baik. Sebagai akibatnya, tukang becak ini akan berhenti mbecak.
Konsekwensinya, becak milik juragan becak ini ndak ada yg narik. Persis seperti aliran elektron akibat adanya beda potensial, yg menyebabkan adanya “hole”, “hole” becak ini akan diisi oleh calon tukang becak potensial yg lain, yg memang kepingin mbecak. Akibatnya, ketika anda nyetir mobil di jalan, kemungkinan besar anda akan mengalami kejadian yg sama. “ya kalo pinter saya ndak mbecak pak..”
Dengan demikian, jika laju kedatangan orang yg kita anggap goblok ini jauh lebih tinggi daripada orang pinter, maka untuk tiap orang pinter, tersedia banyak sekali orang goblok.
Perhatian : hukum ini tidak berlaku untuk orang yg mbecak karena kepingin olah raga.

Originally posted 2011-07-01 02:21:40.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *