Berdoa dan Berencana

Nehemia 1

Ya, Tuhan, berilah telinga kepa doa hamba-Mu ini

(Nehemia 1:11)

 

Seorang wanita yang baru saja menjanda ingin tetap tinggal di rumah, tempat ia dan suaminya membesarkan anak-anak mereka. Karena tinggal sendiri, ia pun membeli bel alarm rumah. Tetapi sekarang, ia merasa dirinya munafik ketika berdoa memohon perlindungan. Sebetulnya ia tak perlu merasa bersalah. Dalam Alkitab, perencanaan yang bijaksana dan kebergantungan kepada Allah berjalan seirama.

think

Nehemia memberi kita sebuah ilustrasi Alkitabiah tentang cara memadukan rencana dan berdoa. Nehemia adalah seorang Yahudi yang hidup jauh dari kampung halamannya, dan bekerja sebagai juru minuman Raja persia. Setelah Bangsa Israel ditawan selama 70 tahun, Syrus, Raja Persia yang pertama, mengizinkan sejumlah orang Yahudi untuk kembali ke kampung halaman mereka. Kemudian Ezra juga membawa  lebih banyak lagi orang Yahudi untuk kembali lagi ke Yerusalem dan membangun Bait Suci. Namun, dalam pasal pertama kitab Nehemia, kita membaca bahwa para tawanan yang kembali justru mengalami masa sukar dan tembok-tembok kebesaran Yerusalem pun tinggal puing-puing (ayat 3).

 

Nehemia menangis, berpuasa, dan berdoa ketika ia mendengar penderitaan orang-orang Yahudi yang telah kembali ke Yerusalem dari pembuangan. Akan tetapi ia juga bertindak, membuat rencana yang matang serta mengambil resiko tinggi dengan meminta izin raja untuk membantu orang-orang Yahudi itu.

 

Begitu juga saat kita rendah hati  bergantung kepada Allah, kita juga perlu melakukan apa yang mampu kita kerjakan dengan bijaksana.

Jadi berdoa dan berencanalah!

RENCANA TERBAIK DIMULAI DAN DIAKHIRI BERSAMA ALLAH

Originally posted 2010-11-04 14:45:37.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *