Hanyut Dibawa Arus (2)

Ayat bacaan: 2 Petrus 3:17
====================
“Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.”

hanyut dibawa arusApa yang anda lakukan jika berhadapan dengan arus deras yang berbahaya? Selagi masih bisa, tentu kita akan sedapat mungkin menghindar sejauh-jauhnya. Tidak ada seorangpun yang mau dengan sengaja masuk ke dalam pusaran arus deras untuk kemudian binasa bukan? Tetapi ketika sudah terlanjur masuk terjebak ke dalam arus, kita akan berusaha mencari pegangan dengan segala daya upaya kita. Kita akan berusaha berpegang pada batang pohon, batu atau apapun yang cukup kuat untuk menahan laju badan kita untuk terhanyut. Jika tidak, pada suatu ketika kita tidak akan punya cukup tenaga lagi untuk melawan arus dan akhirnya menyerah terseret menuju maut.

Kemarin kita sudah melihat berbagai arus penyesatan yang berpotensi membinasakan diri kita apabila tidak kita waspadai atau cermati secara serius. Arus-arus penyesatan bisa muncul dari berbagai arah terlebih dalam dunia modern seperti sekarang ini sehingga jika tidak hati-hati, kita bisa menjadi hancur bukan karena kemauan kita sendiri melainkan karena hanyut terbawa arus. Hari ini saya akan membagikan Firman Tuhan mengenai cara menghindari arus-arus ini, atau apa yang bisa anda pegang agar bisa keluar dengan selamat dari pusaran arus yang membinasakan.

Yang pertama adalah dengan mengetahui dengan benar Firman Allah yang terkandung dalam Alkitab. Dalam surat Paulus kepada Timotius kita bisa membaca “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timotius 3:16). Alkitab berisi begitu banyak Firman Tuhan yang sangat bermanfaat dalam segala hal, termasuk seperti dikatakan dalam ayat ini untuk mendidik dalam kebenaran. Kita mungkin percaya akan hal itu, tetapi pertanyaannya, bagaimana mungkin kita bisa mengetahui kebenaran yang terkandung di dalamnya jika membaca saja kita malas? Akan sangat riskan bagi kita untuk bisa tetap berjalan lurus apabila kita tidak mengetahui apa yang diilhamkan Tuhan lewat berbagai tulisan di dalam Alkitab.

Yang kedua, kita harus pula mengenal suaraNya. Kita harus tahu kemana kita melangkah mengikuti Sang Gembala kita. Yesus mengatakan “Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. (Yohanes 10:4). Yesus juga bersabda “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku. (10:14). Pikirkanlah. Bukankah itu benar? Sosok gembala yang baik tentu mengenal domba-dombanya, dan sebaliknya domba-dombanya pun mengenal dia. Tuhan akan senantiasa berbicara kepada kita lewat banyak hal, seperti lewat bisikan dalam hati nurani kita yang bisa membuat kita merasa gelisah atau tidak tenang ketika sedang melakukan sesuatu yang salah, bisa pula lewat kejadian-kejadian, lewat orang lain, lewat pengalaman dan sebagainya. Kepekaan kita untuk mendengar suaraNya, pengenalan kita yang baik akan Dia, itu semua akan mampu membuat perbedaan nyata mengenai bagaimana kita hidup. Bahkan iman pun timbul dari pendengaran, seperti apa yang bisa kita baca dalam kitab Roma. “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17).

Satu hal lagi yang tidak boleh kita lupakan adalah keberadaan Roh Kudus yang telah dikaruniakan untuk tinggal diam dalam diri kita. Dengan memiliki Roh Kudus kita akan punya Penolong yang akan selalu membantu kita untuk mengajarkan, menasihati, mengingatkan dan menegur kita terhadap segala sesuatu yang kita hadapi dalam perjalanan hidup kita. Roh Kudus akan memampukan kita untuk bisa membedakan mana yang benar dan salah, sebab Roh Kudus sesungguhnya jauh lebih besar dari roh apapun dalam dunia ini. Lihatlah apa yang diingatkan Yohanes berikut: “Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (1 Yohanes 4:4).

Ketiga hal ini merupakan pegangan yang penting untuk kita miliki dan lakukan agar kita bisa terhindar dari arus deras penyesatan yang akan selalu siap memangsa kita. Alangkah berbahayanya hidup ini jika kita membiarkan diri kita lemah tanpa pegangan apapun dalam menjalaninya. Penyesatan akan hadir dari segala arah dan selalu siap menyedot atau menyeret kita untuk masuk ke dalamnya, terlebih di jaman seperti sekarang yang sudah begitu maju. Maka sebuah pesan yang hadir ribuan tahun yang lalu masih sangat relevan untuk kita ingat sekarang. “Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya.Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.” (2 Petrus 3:17). Ketiga hal di atas pun kemudian terangkum dalam ayat selanjutnya “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” (ay 18) Arus penyesatan baik yang kecil maupun besar akan selalu ada, namun bagaimana kita mampu menyikapinya, itulah yang akan membuat perbedaan, yang akan mampu membuat kita waspada sehingga terhindar dari arus-arus yang siap menghanyutkan ini.

Kita butuh pegangan agar bisa terhindar dari terseret arus yang membinasakan

Follow us on twitter: http://twitter.com/henlia

Originally posted 2010-11-04 14:45:35.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *