Selamat Natal

Seperti yang telah kita ketahui, kita semakin dekat dengan hari ulang tahunKu. Setiap tahun selalu ada perayaan untuk menghormatiKu dan Aku pikir tahun ini akan terulang kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. Pada saat ini, banyak orang berbelanja untuk membeli hadiah, di radio terdengar pengumuman-pengumuman, iklan-iklan tv, dan setiap orang di seluruh dunia membicarakan ulang tahunKu yang semakin dekat.
Hal ini sangat menyenangkan ketika Aku tahu bahwa setidaknya setahun sekali sebagian orang memikirkan Aku Seperti yang kamu tahu, perayaan ulang tahunku dimulai bertahun-tahun yang lalu. Ketika pertama kali perayaan itu, orang-orang tampak begitu mengerti dan berterima kasih atas apa yang Aku perbuat untuk mereka, tetapi saat ini… tidak satupun yang mengerti mengapa perayaan itu diadakan

Aku ingat tahun kemarin.. Ada sebuah pesta besar untuk menghormatiKu. Meja makan penuh dengan makanan lezat, pastri, buah-buahan, kacang, dan coklat. Hiasan-hiasan yang begitu indah dan kado-kado yang dibungkus dengan cantiknya. Tetapi, apakah kamu ingin tahu sesuatu? Aku tidak diundang. Aku merupakan tamu kehormatan tetapi mereka lupa untuk mengirimkan sebuah undangan untukKu. Pesta itu untukKu, tetapi ketika hari itu datang, Aku tertinggal di luar, mereka menutup pintu dihadapanKu… Aku ingin berada bersama mereka dan membagi meja mereka untukKu.
Saat tengah malam, semua orang mulai berpelukan satu sama lain. Aku membentangkan kedua tanganKu, menunggu seseorang memeluk Aku dan… apakah kamu tahu… tidak seorangpun yang memeluk Aku. Tiba-tiba mereka saling berbagi kado. Ketika semua kado telah terbuka, Aku mencari jika – mungkin – ada sebuah kado untukKu.
Apakah yang kamu rasakan ketika pada pesta ulang tahunmu semua orang berbagi kado tetapi kamu tidak mendapatkannya satupun? Aku kemudian mengerti bahwa Aku tidak diinginkan pada pesta itu dan Aku meninggalkan pesta itu diam-diam.
Setiap tahun keadaannya semakin memburuk. Orang-orang hanya mengingat untuk makan dan minum, kado, pesta dan tidak seorangpun mengingat Aku. Aku ingin pada Natal kali ini, kamu mengijinkan Aku masuk dalam kehidupanmu. Aku ingin kamu menyadari kenyataan bahwa 2000 tahun yang lalu Aku datang ke dunia ini untuk memberikan hidupKu untukmu, diatas kayu salib, untuk menyelamatkanmu. Hari ini, Aku hanya menginginkan kamu mempercayai hal ini dengan segenap hatimu.
Setiap tahun keadaannya semakin memburuk. Orang-orang hanya mengingat untuk makan dan minum, kado, pesta dan tidak seorangpun mengingat Aku. Aku ingin pada Natal kali ini, kamu mengijinkan Aku masuk dalam kehidupanmu. Aku ingin kamu menyadari kenyataan bahwa 2000 tahun yang lalu Aku datang ke dunia ini untuk memberikan hidupKu untukmu, diatas kayu salib, untuk menyelamatkanmu. Hari ini, Aku hanya menginginkan kamu mempercayai hal ini dengan segenap hatimu.
Aku ingin membagikan sesuatu untukmu. Seperti kebanyakan orang yang tidak mengundangKu di pesta mereka, Aku juga akan memiliki pesta perayaanKu sendiri, sebuah pesta besar yang tidak pernah dibayangkan orang, sebuah pesta yang sangat meriah.
Sekarang Aku masih membuat rancangan akhir. Hari ini Aku sedang mengirimkan banyak sekali undangan dan ada pula sebuah undangan untukmu.
Aku ingin tahu apakah kamu akan menghadirinya karena Aku akan menyiapkan tempat untukmu dan menuliskan namamu dengan tinta emas pada buku tamuKu.
Hanya mereka yang berada pada daftar tamu yang diundang masuk ke dalam pesta. Yang tidak menanggapi undanganKu, akan ditinggalkan diluar.
Bersiaplah karena ketika semuanya siap, kamu akan menjadi bagian dari pesta besarKu.
Sampai jumpa. Aku mengasihimu !
Yesus

Originally posted 2007-03-02 09:24:12.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *