Selamat Tinggal BeTe !

Penulis: Femi Olivia, S.Si. di Jakarta
Suasana hati itu bagai angin. Bisa datang dan pergi kapan saja. Kalau yang datang angin baik, rasanya semua aktivitas lancar jaya. Namun, jika angin jelek yang muncul, melihat muka teman sekantor saja sudah bete abis, boro-boro bekerja produktif.
Stop! Tak perlu bete !!! berikut ini rahasia bagaimana supaya Anda bisa selalu mendapat angin baik (good mood).

Pagi itu Ardhi mestinya duduk di meja rapat menghadapi klien. Namun, tiba-tiba saja dia memerintahkan Yogo, asistennya, mewakilinya bernegosiasi.
“Gue lagi enggak mood nih,” bilangnya pada Yogo. Saking seringnya berubah-ubah mood, Ardhi sampai dijuluki mood-mood-an oleh rekan-rekan sejawatnya.
Bukan hanya di kantor, kekisruhan bisa juga terjadi di rumah. Si ibu enggak mood masak. Anak-anak enggak mood belajar, si bapak enggak mood kerja. Kacau ƒš‚¡ƒš‚®kan?
Bahan Gunjingan
Gampangnya, mood itu gambaran suasana hati seseorang. Kalau suasana hati sedang baik atau positif, yang bersangkutan bakal terlihat bersemangat, ceria, dan menyenangkan. Sebaliknya, jika mood sedang negatif atau bete, seseorang jadi terlihat tidak bersahabat, cemberut, mudah kesal, dan sejenisnya. Terutama pada orang yang suasana hatinya mudah berubah.
Ami, misalnya, menjadi sangat repot ketika rumahnya kebanjiran. Ia harus menyelamatkan seisi rumah sendirian, karena suaminya sedang bertugas ke luar kota. Ia kesal dan dongkol pada suaminya yang tidak cepat pulang. Belum lagi anak-anak yang bisanya cuma menangis, menangis, dan menangis. Suatu ketika, di kantor, rekan sejawat Ami menanyakan file yang harus diserahkan kepada atasan.
Dengan ketus Ami meminta rekannya mencari sendiri di tumpukan file. Karena tersinggung, rekan kerja Ami tadi akhirnya menceritakan peristiwa tak mengenakkan itu pada seisi kantor. Alhasil, Ami yang sebenarnya bukan tipe perempuan pemarah, jadi bahan gunjingan dan digosipkan rekan-rekannya sebagai biang angkara murka. Padadahal, hari itu Ami berkata ketus karena beban pikiran dan fisik yang capek.
Kasus di atas bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, di mana saja. Mood dapat mempengaruhi bahasa tubuh. Kalau suasana hati sedang bagus, seseorang bisa menularkan energi positif, kegembiraan, dan antusiasme kepada orang-orang di sekitarnya. Namun, jika suasana hati sedang buruk, justru berpotensi menyebarkanenergi negatif pada orang di sekelilingnya.
Anggap saja Anda penumpang taksi. Ketika baru masuk ke dalam taksi, Anda langsung disapa selamat pagi oleh sopir. Lalu, dengan bahasa yang sopan dia menanyakan tujuan Anda, seraya menawarkan permen. Kemudian waktu turun, ia membukakan pintu untuk Anda. Dengan pelayanan seperti itu, apa yang Anda rasakan? Pasti puas dan senang. Memberikan tips lebih pun rasanya tidak masalah. Tanpa disadari, suasana hati Anda menjadi ceria dan siap memulai segala aktivitas.
Namun, coba bayangkan, di suatu pagi yang (sebenarnya) cerah, Anda baru saja tiba di kantor. Keringat masih melekat di badan. Mendadak seorang teman, tanpa ba-bi-bu langsung menyerahkan setumpuk pekerjaan sambil berkata dengan nada kesal, “Eh, cepat kerjain ya, gue tunggu!”
Apa yang akan Anda rasakan? Jengkel dan dongkol, sudah pasti. Ujung-ujungnya, Anda ogah-ogahan mengerjakan pekerjaan itu karena sudah hilang mood.
Contoh-contoh tadi menunjukkan, suasana hati memang dapat mempengaruhi keharmonisan hubungan antarsesama, baik di antara anggota keluarga maupun di tempat kerja.
Barangkali itu pula sebabnya, banyak orang cerdas yang tidak sukses dan kesulitan meraih keberhasilan. Sebab, sukses hanya akan muncul jika didukung kerja keras dan berpikir keras. Kesuksesan tidak mau berkompromi dengan mood.
Mempelajari manajemen suasana hati perlu agar seseorang bisa mengelola perasaannya, sehingga relevan dengan situasi saat itu dan dapat bereaksi secara sesuai pula.
Manajemen mood juga bagian dari kecerdasan emosional yang akan sangat menunjang pekerjaan.
Berikut beberapa kiat untuk mengatur suana hati, agar Anda tidak didikte oleh mood Anda sendiri:
Mood Gym
Bukan hanya otot tubuh yang harus dilatih supaya lebih kuat dan liat. Otot emosional pun perlu latihan intensif, agar suasana hati tetap terjaga, sehingga siap melakukan aktivitas apa saja.
Joseph Pizzorno ND., penulis buku Total Wellness menguraikan pentingnya senam mood (mood gym) melalui "gerakan-gerakan" tertentu.
Pertama, bersikap optimistis. Sikap ini akan menular pada orang-orang di sekitar. Jadi, mulailah hari dengan senyum, walaupun Anda sedang tertimpa berbagai masalah. Cobalah memandang masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda dan penuh harapan. Hal ini akan menumbuhkan inisiatif. Minimal memberikan harapan positif untuk mencoba hal-hal baru.
Kedua, hilangkan kelelahan fisik dan mental dengan melakukan olahraga, latihan relaksasi atau perilaku lain yang menunjang kesehatan. Salah satu syarat mencapai suasana hati yang bagus memang kondisi tubuh yang bugar. Aktivitas olahraga diyakini mampu melepaskan segala ketegangan yang dirasakan tubuh dan memicu kinerja otak.
Setelah berolahraga, tubuh biasanya menjadi lebih segar, pikiran pun lebih jernih. Cobalah dengan bersepeda, jalan cepat, atau lompat tali.
Dengan kondisi tubuh dan mental yang baik, Anda akan dapat melihat masalah secara lebih objektif. Serta mengembangkan pikiran-pikiran positif dengan mudah dan praktis, lewat cinta, kasih sayang, kedamaian, keberanian, komitmen, keyakinan, dan harapan. Dapatkan juga hal-hal positif itu dari bacaan, film, atau pertemuan dengan orang lain. Dengan begitu, sistem imun dalam tubuh akan meningkat, sirkulasi darah yang diperlukan tubuh pun menjadi lebih bagus.
Aroma Mentol
Makanan yang Anda pilih juga sangat besar kemungkinannya mempengaruhi tingkah laku dan keadaan emosi.
Ada makanan yang justru membuat Anda jadi cemas, tapi ada juga yang bisa meningkatkan kualitas otak, bahkan ada juga makanan yang membuat Anda jadi kecanduan. Menurut penelitian nutrisi, antara makanan dan suasana hati memang ada hubungannya.
Berikut beberapa poin penting berkaitan dengan makanan dan mood.
1. Untuk meningkatkan energi dan vitalitas, tubuh sedikitnya harus mengonsumsi delapan gelas air setiap hari. Jangan menunggu sampai dahaga datang, baru minum. Karena dehidrasi diyakini bisa mempengaruhi suasana hati. Sebaiknya, sediakan selalu air minum di meja kerja.
2. Menurut penelitian, hanya dengan menghirup aroma mentol, suasana hati seseorang sudah bisa terangkat. Cobalah mengonsumsi penganan atau permen rasa mentol. Menurut Alan Hirsch, M.D. dari Smell & Taste Treatment And Research Foundation, aroma mentol itu ibarat harum tubuh bayi, wangi permen karet, serta udara pegunungan yang segar. Dia juga bisa membangkitkan diri dari kemalasan.
3. Makanan yang mengandung gula dan pati tinggi, misalnya pada makanan kaya karbohidrat, akan meningkatkan kadar kimiawi otak, khususnya serotonin. Serotonin adalah neurotransmiter (substansi yang menyampaikan informasi antarsel di otak) yang berhubungan dengan mood, emosi atau keinginan untuk ngemil.
Dengan mengonsumsi makanan kaya karbohidrat (roti, sereal, jagung) kadar serotonin akan meningkat, sehingga Anda merasa lebih rileks dan tenang. Sebaliknya, makanan yang mengandung protein tiuggi justru akan memberikan efek sebaliknya. Yang disebut terakhir ini akan memicu pengeluaran neunotransmiter lain, yang membuat Anda berpikir &bertindak lebih cepat, atau merasa lebih waspada & enerjik.
4. Makan cokelat juga dapat meningkatkan mood. Pasalnya, makanan yang mengandung gula dan lemak tinggi ini bisa menaikkan kadar serotonin dan endorfin dalam otak. Namun ingat, jangan kebanyakan. Jangan sampai suasana hati terpelihara, berat badan malah beranjak naik.
5. Jangan terlalu banyak minum kopi untuk mengusir jeleknya suasana hati. Banyak orang mencoba mengusir kantuk dan lesu dengan kopi. Bahkan sebagian berpikir, mengonsumsi kopi dalam jumlah lebih banyak dan biasanya dapat mengatasi masalah yang tengah dihadapi. Namun penelitian menyebutkan, minum kopi lebih dari tiga atau empat cangkir justru bisa menurunkan energi. Minumlah kopi dalam jumlah yang wajar, misalnya cukup secangkir atau paling banyak 2cangkir kopi.
6. Santaplah makanan yang menyehatkan (kaya vitamin dan mineral). Jangan tinggalkan sarapan pagi, agar tidak mengganggu keseimbangan gula darah dalam tubuh. Kadar gula darah yang tidak seimbang akan membuat suasana hati tak menentu.
`Jaga Konsentrasi
Konsentrasi tinggi dianggap sebagai cara lain dan cukup ampuh untuk mengusir mood yang jelek. Namun, untuk mendapatkan konsentrasi tinggi, otak harus selalu dilatih misalnya dengan rajin membaca buku atau cerita fiksi, menonton film atau pementasan kesenian. Bagi yang hobi masak, sesekali cobalah resep masakan baru.
Musik klasik juga baik digunakan untuk meningkatkan suasana hati dan kemampuan belajar. Teorinya, proses belajar seseorang dapat ditingkatkan bila seluruh bagian otak ikut terangsang selama proses belajar tersebut. Itu sebabnya, banyak siswa yang menyadari, kemampuan pemahaman dan ingatan mereka ternyata bertambah bila diiringi musik klasik pada saat belajar. Pada praktiknya, proses belajar menggunakan otak kiri, sedangkan musik menempati otak kanan.
Karena kedua sisi otak sama-sama digunakan pada saat bersamaan, terciptalah sinergi atau kersama yang sangat baik. Berbagai keuntungan yang diperoleh, misalnya, daya ingat jadi lebih baik, pemahaman lebih tinggi, serta sikap mau menerima sesuatu secara lebih baik. Perusahaan-perusahaan raksasa di Jepang telah menemukan, produktivitas pekerja mereka bertambah bila musik klasik diputar di semua lantai dalam pabrik.
Dengan mengenali dan mengelola suasana hati dengan sebaik-baiknya, niscaya Anda akan lebih mudah mengenali kelemahan dan kelebihan diri sendiri. Introspeksi dan proyeksi diri ke depan menjadi lebih mudah untuk dilakukan.
Pendek kata, manajemen mood merupakan salah satu kunci keberhasilan, baik di kantor maupun dalam rumah tangga.
Tak ada lagi kekisruhan dan hambatan berkomunikasi. Anda pun bisa leluasa berucap, “Selamat tinggal bete!”
(intisari)

Originally posted 2007-03-08 09:32:41.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *